Looping Dalam Nuendo














Disini saya akan memperkenalkan dan membahas tentang Nuendo3. Digital Audio Workstation yang satu ini memang mempunyai ribuan fitur dan fasilitas yang sangat kompleks. Berbagai kemudahan dan kerumitan proses multitracking tersimpan disana...





















Sebelumnya kita sudah membahas apa itu MIDI secara universal, bagaimana dan apa hubungannya dengan Virtual Studio Technology bagi Nuendo 3. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas panjang lebar mengenai “Cycle”. Yah, istilah ini, memang terdengar kurang familiar, namun sebenarnya fungsinya sangat sering digunakan, lebih-lebih kita yang bergerak dibidang musik digital.

















Cycle mempunyai artian yang sama dengan looping, yaitu memutar-mutar ulang perbagian atau penuh lagu yang kita inginkan. Dalam banyak perbincangan, inilah yang membuat identik sama antara musik digital dengan Disc Jokey, yang sebenarnya looping hanya merupakan bagian kecil saja dari sebuah proses musik digital. Cycle mempunyai fungsi yang sangat beragam dalam mengaplikasikannya, semisal untuk merekam secara otomatis dengan mengkombinasikan punch in dan punch out, meloncati perbagian lagu saat proses playback, dll.










Dalam melakukan proses looping didalam program Nuendo 3, ada beberapa fasilitas tambahan yang perlu kita tahu terlebih dulu. Bagi beberapa orang mungkin masih belum mengetahui apa itu looping ?… Looping terjadi ketika anda ingin memutar lagu hasil anda yang sudah rekam, kemudian anda ingin mendengarkannya kembali dan lagi, maka yang terjadi adalah anda akan sibuk dan disibukkan dengan meng-klik ulang project cursor yang selalu bergerak.















Beberapa fungsi didalam program Nuendo 3 yang perlu anda ketahui sekitar Cycle.
- Locator, (Gambar 3) mempunyai fungsi memblok bagian bar lagu yang kita inginkan.
- Transport Panel (Gambar 4) berfungsi sebagai shortcut atau penyedia panel-panel yang berhubungan dengan record dan playback track.
- Punch in, (Gambar 5) berfungsi untuk mengaktifkan secara otomatis tombol record ketika project cursor melewati bagian kiri Locator. Dapat diakses dengan shortkey “i”
- Punch out, (Gambar 6) berfungsi untuk menghentikan secara otomatis tombol record ketika project cursor melewati bagian kanan Locator. Dapat diakses dengan shortkey “o”


















Playback dengan Cycle

Anda dapat memutar dan menghentikan playback dengan cara ini, tanpa harus memindahkan secara manual cursor pada lokasi bar yang anda inginkan. Bagaimanapun, cara ini lebih praktis untuk mem-playback bagian rekaman anda dan bagian yang ingin anda putar berulang-ulang.

1. Klik pada bagian track yang sudah direkam (Audio track maupun MIDI track), hanya untuk memastikan track yang anda inginkan sudah dipilih.
(Pada track yang sudah di-Klik akan muncul garis merah (red border) yang mengelilingi setiap samping track)

2. Pilih pada pada toolbar menu Transport dan kemudian pilih “Locator to Selection” atau dengan menggunakan shortkey “P”.
(Dengan begitu bagian kiri dan kanan locator akan men-setting secara otomatis pada awal dan akhir track yang anda “Klik” . Anda juga dapat men-settingnya dengan cara menggeser secara manual)

3. Klik tombol Cycle pada Transport panel (F2) hingga aktivasinya menyala menjadi biru.






4. Gerakkan project cursor pada bagian awal track dan kemudian “Play”.
(Aktifkan proses playback, ketika project cursor akan menyentuh track pada bagian akhir locator sebelah kanan, akan secara otomatis meloncat kembali pada locator sebelah kiri dan terus melanjutkan proses playback dan seterusnya. Saat anda selesai, klik tombol “Stop” pada Transport panel (F2)).
Dalam prakteknya, Cycle atau yang dikenal dengan looping, digunakan dalam menganalisa kembali hasil rekaman yang sudah dilakukan, juga biasa digunakan sebagai bahan dasar untuk menambahkan melody atau instrumen lain guna menyempurnakan proses rekaman. Bagi sebagian genre musik, looping digunakan untuk mengeksplorasi suara efek, beat drum sebagai pemicu hentakan semisal musik DJ, dan beberapa aplikasi yang lain. Masih banyak lagi yang dapat kita lakukan dengan fasilitas Cycle ini.



Demikian informasi tentang Nuendo3 dari saya.Semoga bermanfaat...^.^




Kalian juga dapat download tutorial nuendo3 yang lainnya disini :

1. Tutorial Nuendo Part1 : Setting Nuendo
2. Tutorial Nuendo Part2 : Komponen Layar Nuendo
3. Tutorial Nuendo Part3 : Editing Tool Nuendo
4. Tutorial Nuendo Part4 : Merekam Data MIDI
5. Tutorial Nuendo Part5 : Gitaris dan Bassis Virtual
6. Tutorial Nuendo Part6 : Drummer dan Keyboardist Virtual
7. Tutorial Nuendo Part7 : Mengedit MIDI




(komputek)
Baca selengkapnya. . .

Basic Mixing Buat Pemula ^.^

Kenikmatan saat kita mendengarkan lagu, tidak lepas dari peran seorang Sound Engineer. Banyak yang belum tahu bahwa lagu-lagu yang biasa kita dengarkan sebenarnya melewati beberapa tahap yang cukup rumit. Berikut proses yang dilakukan dalam pembuatan lagu, yaitu: proses recording, proses mixing, dan proses mastering.

Seperti yang kita ketahui, proses recording adalah merekam suara atau permainan instrumen, dilanjutkan dengan proses mixing yaitu menata ........................(Gambar 1)........................ suara agar dapat menyatu satu sama lain, dan proses mastering adalah finishing dari hasil mix agar dapat dinikmati. Untuk sementara kita tidak akan membahas terlalu dalam dulu, mari kita bicara tentang mixing. Let’s get it on!!!



Pada dasarnya, kemampuan utama yang harus dimiliki seorang Mixing Engineer adalah melihat letak suara atau yang disebut Sound Separation, yaitu kemampuan melihat suara secara 3 dimensi, baik itu dari depan-belakangnya, kiri-kanan, dan atas-bawah. (Gambar 1)
























Gambar 2

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam mixing yang harus dikuasai oleh seorang Mixing Engineer adalah Element of Mix. Apa Itu?
Element of Mix terdiri dari 6 element, yaitu:
1. Balance
2. Pan
3. EQ
4. FX
5. Dynamic
6. Interest

Mari kita bahas satu per satu elemen-elemen tersebut.

* Balance

Balance adalah proses menyelalaskan volume antar instrument. Dalam proses ini kita harus menata volume masing-masing instrumen agar tidak saling bertabrakan. Sebelum melakukan balance, ada baiknya bila kita membuat gambar letak dari instrumen-instrumen yang akan kita balance (Gambar 2), seperti contoh: vokal diletakkan di depan, gitar diletakkan sedikit di belakang vokal, dan seterusnya sesuai kreasi masing-masing.
















Gambar 3

* Pan

Pan atau disebut juga Panorama adalah peletakan suara atau instrumen di sebelah kanan, di sebelah kiri, dan di tengah, yang bertujuan memberikan kesan Stereo. Sebagai contoh: suara gitar di kanan, piano di kiri, vocal di tengah, dan sebagainya. Fungsi lain dari panning ini juga untuk memberikan kesan luas atau megah pada sebuah lagu sehingga dimensinya terbentuk dengan baik.

























Gambar 4

* EQ

EQ adalah proses pewarnaan pada suara, yang dimaksudkan disini adalah perlakuan terhadap instrumen, dimana frekuensi tiap-tiap instrumen tidak saling mengganggu satu sama lain. Seperti contoh: suara distorsi gitar yang dirasa kelebihan treble perlu dilakukan pemotongan frekuensi di sekitar 4kHz, atau suara bass yang dirasa kurang nge-bass perlu dilakukan penambahan frekuensi di sekitar 80Hz. Namun semua ini hanya perumpamaan, proses EQ yang sebenarnya lebih memikirkan bagaimana menyetarakan frekuensi antar instrumen. (Gambar 3 & 4)












Gambar 5


* FX

FX dalam mixing digunakan untuk memperjelas posisi depan-belakang suara atau instrumen. FX yang banyak digunakan dalam proses mixing adalah reverb dan delay (Gambar 5). Fungsi reverb adalah untuk menciptakan dimensi ruang dan membuat suara lebih besar (bukan keras). Sedangkan fungsi dari delay adalah untuk membuat suara lebih deep (dalam).




















Gambar 6


* Dynamic

Dynamic adalah mengendalikan dinamika atau pergerakan lagu antara bagian yang keras dan pelan (Gambar 6) . Untuk mengendalikan dinamika digunakan 3 jenis tools, yaitu: compressor, limiter, dan gate (Gambar 7). Yang banyak digunakan dalam mixing adalah compresor dan gate, sedangkan limiter hanya digunakan dalam proses mastering. Compressor berfungsi untuk mengendalikan dinamika, sebagai contoh: jika vokal gainnya tidak rata digunakan compresor supaya gainnya lebih terkendali, contoh instrumen lain yang biasanya harus di-compress antara lain: drum, bass, gitar akustik, dll. Sedangkan gate berfungsi untuk menghilangkan noise pada bagian yang tidak diinginkan, contohnya: snare drum yang terdapat bocoran suara dari hihat, gunakan gate untuk menghilangkan kebocorannya.














Gambar 7


* Interest

Interest adalah art of mix atau seni dalam mixing, yang dimaksud dengan art of mix disini adalah menciptakan sesuatu yang berbeda sehingga pendengar merasa tertarik. Contohnya: salah satu lagu Evanescence, pada bagian reff, vokal tidak berada di tengah tetapi berpencar di kiri dan kanan. Contoh lainnya: pada salah satu lagu Creed, vokalnya diberi distorsi.

Sebenarnya, hal yang paling menentukan dalam mixing adalah telinga. Kemampuan mendengar yang baik, melihat suara dengan baik dan hafal frekuensi, merupakan faktor yang sangat menentukan. Berlatih dan terus berlatih.







Sebetulnya, banyak cara yang bisa dilakukan seseorang dalam nge-mixing musik, ini cuma salah satu cara yang biasa saya lakukan. Jadi ini cuma gambaran aja terutama buat newbie, saya pun gak selalu nge-mixing dengan urutan yang sama persis seperti ini:

1. Cari dulu referensinya lalu denger dan perhatikan baik-baik karakter mixingannya karena setiap genre biasanya punya komposisi yang berbeda dari genre yang lainnya. Misalnya musik jazz itu lebih dry daripada musik rock. Kalo bisa jangan mulai ngemixing dulu sebelum ada tujuan akhirnya mau seperti apa.

2. Bersihkan semua klip audio dari noise, bocoran dari instrumen lain atau sinyal-sinyal yang gak diinginkan. Langkah ini bisa dilakukan dengan noise-gate, tapi banyak sound engineer yang melakukannya secara manual karena rasanya memang lebih fleksibel.

3. Setelah klip audio dibersihkan mulailah untuk mem-balance semua track. Langkah awalnya turunkan semua volume fader sampai ke dasar (kecuali master fader tentunya).

4. Sekarang naikan track kick pelan-pelan sampai terasa cukup, gak perlu terlalu keras karena nanti akan ada bass yang akan menambahkan kebutuhan di frekuensi low nya. Kalo anda punya track room, maka itu bisa dijadikan patokan seberapa besar volume kick yang proporsional.

5. Lalu anda naikan track snare sampai terasa seimbang dengan track kick yang tadi sudah lebih dulu dinaikan.

6. Kemudian diikuti track hi-hat dan cymbal. Hati-hati jangan sampai terlalu besar, karena hal ini bisa mengganggu hasil mixing secara keseluruhan, jangan sampai nantinya hasil mixingan anda terganggu oleh suara cymbal yang berlebihan. Biasanya hi-hat dan cymbal/overhead saya set sekitar 30% s/d 50% lebih pelan daripada track kick dan snare.

7. Diikuti dengan tom 1, tom 2, dan floor. Sebaiknya jagan dulu di panning ke kiri atau ke kanan, biarkan dulu pada posisi di tengah lalu anda naikan pelan-pelan sampai anda merasa volumenya cukup proporsional, setelah itu barulah anda lakukan panning. Lakukan koreksi pada volume fader jika terasa terlalu besar setelah di panning, biasanya dengan menurunkan sekitar 2 dB atau lebih dikit.

8. Nah sekarang kita angkat volume fader pada track bass pelan-pelan. Fokuskan perhatian anda pada suara kick, naikan sampai pada titik dimana anda merasa kick dan bass-nya menyatu. Langkah ini kadang terasa susah terutama kalo sound bass-nya kurang bagus, atau si player waktu proses trackingnya gak stabil. Maka biasanya saya tambahkan compressor duluan atau saya melakukan langkah ini sambil menyeting EQ.

9. Barulah kita angkat instrumen-intrumen lainnya seperti rhytm gitar, fill gitar, lead gitar, keyboard dan lainnya seseimbang mungkin. Yang sifatnya lead biasanya lebih menonjol dari yang lainnya tapi jangan juga jadi berlebih.

10. Lalu barulah vocal. Untuk industri musik di Indonesia biasanya perbandingan volume antara vocal dan instrument itu 60/40 bahkan kadang lebih besar lagi. Kalo musik barat biasanya kira-kira sekitaran 50/50 atau terkesan rata.

11. Proses balance sudah selesai, sekarang tambahkan compressor pada track-track yang membutuhkannya terutama pada track yang kedengerannya timbul-tenggelam.

12. Lalu tambahkan juga EQ. Langkah ini hampir selalu dibutuhkan, bukan cuma buat “mengobati “ sound yang gak bagus tapi lebih ke kebutuhan pembentukan sound (sound shaping).

13. Sampailah sekarang pada proses pemberian nuansa yang tujuannya biar mixingan anda gak boring. Kalo 100% dry akan terdengar membosankan tentunya. Langkah ini adalah penambahan effect seperti reverb, delay, chorus dll. Silahkan berkreasi dan “use your imagination”. Tapi ingat, jangan berlebihan atau anda akan kehilangan punch, kecuali anda punya alasan artistik tersendiri.

14. Sekarang mixingan anda sudah punya nuansa, sudah punya space, terdengar seperti di dalam sebuah café, atau di sebuah stadium yang bisa menampung 60.000 orang? :nod: , nice… tapi bagaimana dengan dinamika? Jika masih terasa monoton maka anda butuh melakukan automation, misalnya di bagian chorus, gitar rhytm lebih menonjol daripada di bagian verse, atau reverb vocal di bagian chorus lebih besar daripada di bagian verse. Ya sudah, tambahin aja automation.

15. Langkah berikutnya adalah koreksi EQ. Langkah ini juga hampir selalu dibutuhkan karena seringkali ada frekuensi dari sebuah track yang luput dari perhatian kita karena kita terlalu sibuk dengan proses-proses sebelumnya tadi. Cek dengan men-solo-kan track satu per satu.

16. Begitu pula dengan volume fader. Cek dengan men-solo-kan track satu per satu, mungkin ada yang terlalu besar atau justru kurang besar.

17. Istirahat dan cek lagi keesokan harinya. Telinga manusia tidak selamanya jujur terutama ketika kondisi anda sudah kelelahan atau lagi demam :grin: .

18. Sudah cukup tidur? Oke, buka lagi file yang udah di mixing. Dengar lagi baik-baik. Mungkin persepsi anda sudah berubah pada hasil mixingan kemarin. Lakukan refisi disana-sini merupakan ide yang bagus.

19. Kalo udah yakin ya udah, bounce/render/export song to audio file.

20. Putar di tape mobil anda, di kamar anda, di mana saja. Buat catatan yang menurut anda penting sebagai bahan pembelajaran untuk mixingan anda berikutnya. Have Fun!.




Demikian pengetahuan yang bisa saya berikan. Semoga dapat menambah wawasan dalam hal mixing.^.^


(komputek, garputala)

Baca selengkapnya. . .

The Lucky Laki : Musik Sebagai Sampingan














Walaupun baru bergabung ke dalam grup musik bentukan sang ayah, Al, El, Dul, tetap saja menganggap musik sebagai sampingan saja. Pasalnya, ketiga anak Dhani dan Maia itu bercita-cita untuk menjadi pesepak bola nasional dan masuk dalam tim nasional.
“Sebenarnya mereka bertiga itu pengen jadi pemain bola nasional.....

Cita-cita mereka itu pengen masuk timnas. Karena cita-citanya belum terakomodir, main musik jadi sampingan,” ujar Dhani saat ditemui di rumahnya di Pondok Indah, Jumat (10/04) malam kemarin.

Nama band Al, El, dan Dul sendiri adalah Lucky Laki. Sebenarnya mereka sempat mengutarakan keinginannya untuk memberi nama The King pada band tersebut, namun ditolak oleh Dhani.

“Mereka sih pernah mengusulkan namanya The King, saya nggak setuju. Al mengusulkan The Killer King, saya nggak setuju juga. Akhirnya jadi Lucky Laki,” tukas Dhani.

Meski hanya sebagai sampingan, tapi Dhani mengacungi jempol pada kemampuan musik anak-anaknya itu. “Kemampuan musik mereka itu di atas rata-rata anak seumurannya, anak Dhani gitu loh. Mereka harus bisa semua, dari main gitar, bass, drum, keyboard, harus bisa semua,” katanya bangga.
“Semuanya sekarang masih jadi lead vokal. Mungkin nanti kalau album sendiri mau keluar, mungkin si Al atau Dul yang nyanyi. Sampai saat ini sih cita-cita mereka jadi pemain bola. Main bola nomor satu, main musik nomor dua. Tapi di sini saat mereka main band 100% profesional. Percaya diri mereka nggak perlu dibentuk,” pungkas Dhani.


Dhani pasang harga Rp.50 juta untuk sekali tampil band The Lucky Laki

“Harga Rp50 juta kalau mau menyewa The Lucky Laki asalkan harinya Sabtu-Minggu dan tidak disponsori rokok,” tutur Dhani yang ditemui di studionya, Jalan Pinang Mas III, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2009).

Bos Manajemen Republik Cinta ini bercerita, awalnya dialah yang membidani lahirnya The Lucky Laki.

“Saya yang buat pertama, mereka yang ciptakan namanya. Awalnya, namanya The King, tapi Al enggak setuju. Lalu saya buat The Lucky Laki,” beber Dhani.

Sejauh ini, musik hanya sampingan bagi ketiga jagoan Dhani. Mereka masih terobsesi menjadi pemain sepakbola nasional.

“Enggak tahu kenapa semua (Al, El, Dul) ingin masuk timnas. Saya hanya mengikuti kemauan anak. Saat ini, menjadi pemain bola masih nomor satu bagi mereka. Musik nomor dua. Saya percaya, kalau soal musik pasti bisa. Rasa percaya diri enggak perlu dibentuk, saya saja percaya dirinya tinggi,” kata Dhani bangga.

Baca selengkapnya. . .

d'Masiv Sang Plagiat ?

D'Masiv Band yang terdiri dari Rian (vokalis), Kiki (gitar), Rama (gitar), Ray (bas) dan Why (drum) ini kabar yang sedang panas-panasnya mereka dicap sebagai grup band Plagiat....
Jujur aku sendiri sebenarnya suka sama lagu-lagunya d’Masiv karena lirik-lirik yang dinyanyikan buat aku sangat puitis dan menyentuh hati… (wuih napa jadi lebai gini ya ), sampai-sampai anak-anak pun hafal dengan semua lirik dan lagu dari grup band d’Masiv ini.

Dan juga tak kalah penting sebenarnya skill dari permainan musik anak-anak d’Masiv ini juga bagus kok, cuma kadang vokalisnya saja saat sedang main secara live suaranya agak nggak stem. (Sok tau banget nih yang nulis… ).

Sebenarnya sempat kaget juga waktu pertama kali menonton acara infotainment diberitakan grup band yang lagi naik daun ini dikabarkan sebagai Plagiator. Benarkah mereka band plagiat ?. Sementara Rian tidak menampik bila dalam membuat lagu terkadang band nya sering mendengarkan lagu dari band lain, baik band lokal maupun band mancanegara.

Dan ini dia lagu-lagu yang konon katanya mempunyai kesamaan nada atau melody. :

  1. Cinta Ini Membunuhku Bandingkan dengan I Don’t Love You - My Chemical Romance
  2. Diam Tanpa Kata Bandingkan dengan Awakening - Switchfoot
  3. Dan Kamu Bandingkan dengan Head Over Heels (in This Life) - Switchfoot
  4. Cinta Sampai di Sini Bandingkan dengan Into The Sun - Lifehouse
  5. Sebelah Mata Bandingkan dengan The Take Over, The Break’s Over - Fall Out Boy
  6. Dilema Bandingkan dengan Soldier’s Poem - Muse
  7. Tak Pernah Rela Bandingkan dengan Is It Any Wonder - Keane
  8. Lukaku Bandingkan dengan Drive - Incubus

Video dari Youtube terkait d’Masiv dicap sebagai plagiator….

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=ZUmx8la3LTU[/youtube]

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=rMexFtdJWXo[/youtube]

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=9Se-_vWgC9I[/youtube]


Baca selengkapnya. . .

Les Paul Menghembuskan Nafas Terakhirnya

Dunia pergitaran baru saja kehilangan salah satu pahlawannya. Les Paul yang gitar hasil rancangannya berhasil menjadi salah satu dari dua tipe gitar terpopuler ini baru saja meninggal dunia.....


Lester William Polsfuss, atau yang lebih akrab dipanggil Les Paul, menghembuskan nafas terakhirnya kemarin (13/8/09) waktu New York. Ia meninggal di rumah sakit White Plains, New York, karena penyakit radang paru-paru yang sangat parah. Sang inovator gitar abad 20 ini meninggal di usia 94.

Melalui media internet, banyak sekali gitaris-gitaris top yang memberikan testimoni kepada sang maestro ini. Terutama gitaris yang sosoknya sangat identik dengan Gibson Les Paul seperti Joe Perry, Billy Gibbons, dan Slash. Bahkan gitaris Velvet Revolver yang sosoknya pasti tidak terpisahkan dengan gitar rancangan Les Paul ini mengungkapkan kekagumannya atas mendiang Les Paul.
Baca selengkapnya. . .

Dave Mustaine "Megadeth"Jadi Penyiar












Pentolan Megadeth bicara tentang rencana di luar kebiasaannya sebagai musisi. Dave Mustaine akan segera mengikuti jejak Christina Aguilera dan The Eagles yang telah memiliki siaran radio sendiri. Jika dilihat dari konsep acaranya, Dave akan jadi penyiar ......!





Rencana itu diungkapkan beberapa hari lalu oleh Dave sendiri melalui website resmi Megadeth. Ia dikabarkan telah melakukan pembicaraan dengan pihak stasiun Clear Channel. Konsep acara itu nantinya akan memainkan dan membahas lagu-lagu yang menjadi kesukaan dan inspirasi Dave. Tak hanya metal, lagu-lagu seperti The Beatles pun akan dibahas olehnya. Selain itu Dave akan mewawancarai musisi-musisi baru yang ia temui di sela-sela konser Megadeth. Musisi senior pun rencananya akan sering diundang pula untuk hadir di acara ini.

Acara yang akan dimulai pada tanggal 31 Agustus ini terbilang memiliki konsep yang sangat menarik mengingat Dave yang musisi senior dunia justru akan mewawancarai generasi muda. Namun Dave Mustaine mengaku bahwa ia belum menemukan nama yang tepat untuk acara siarannya. Pada saat acara perdana nanti rencananya ia akan mengadakan kontes untuk memberi nama judul siarannya. Hadiahnya mungkin saja berupa sebuah gitar.

Apakah siaran ini akan bisa dinikmati juga oleh kita yang tinggal di Indonesia? Kita tunggu saja kabar selanjutnya.


(/diaz)


Baca selengkapnya. . .

VOX AMPLUG – REVIEW







Amplug
adalah sebuah produk mini modeling amplifier keluaran merk terkenal : VOX yang dilengkapi dengan fitur-fitur, seperti : kontrol untuk Gain, Tone dan Volume, Aux-in mini stereo (input untuk MP3 player atau CD player) dan mini output stereo (untuk headphone/earphone dan bisa juga berfungsi sebagai Line out) dan Power switch (On / Off).Dengan Amplug, anda dapat memainkan gitar listrik dan mendengarkannya lewat headphone / earphone.


Amplug dioperasikan dengan menggunakan 2 buah batere AAA Alkaline yang dapat bertahan hingga 15 jam untuk pemakaian nonstop.

Ada 3 varian model untuk Amplug, yaitu : Amplug Metal, Amplug AC30 dan Amplug Classic Rock.Masing-masing model memiliki kekhasan sound sendiri.

Amplug Metal memiliki sound distorsi yang paling ‘garang’ karena Amplug Metal ini memang merupakan mini modeling amplifier modern Hi-gain asal Amerika.

Sementara Amplug AC30 mampu menghasilkan sound overdrive vintage yang warm khas Amplifier Vox AC30 yang dipakai oleh gitaris Queen : Brian May.Jika anda memiliki gitar Fender strat atau Telecaster, coba gunakan dengan Amplug AC30, mainkan double stop di senar 1 dan 2 atau 2 dan 3 di fret mana saja dan anda akan mendapatkan sound khas dari Vox AC30 yang tidak bisa ditiru oleh ampli gitar merk lain.

Amplug Classic Rock memiliki sound distorsi khas amplifier asal UK.Kalau anda suka gaya permainan gitaris seperti : Jeff Beck, Eric Clapton atau Jimmy Page maka Amplug Classic Rock ini cocok untuk anda.

Amplug Metal adalah model Amplug pertama yang kami coba dengan menggunakan headphone, dan kami hanya dapat komentar : “Wow!’.Tidak pernah terbayangkan Amplug yang ukurannya hanya 8,6 Cm (panjang) x 8 Cm (lebar) x 3,1 Cm (tebal) dan dengan berat kurang lebih hanya 40 gram ( tanpa batere ) bisa menghasilkan sound distorsi modern yang cukup garang.

Lalu Kami mencoba ‘direct out’ menggunakan ampli gitar 10W dan gitar Ibanez RG470, dan sekali lagi Kami harus mengakui bahwa kualitas sound distorsi-nya cukup baik.Semua itu dimungkinkan karena Amplug memakai teknologi sirkuit elektronik khusus yang mampu mereproduksi karakter sound ampli gitar tertentu dengan sangat detail.

Di tahun 2009, akan ada 2 buah produk Amplug terbaru, yaitu : Amplug Lead (modeling US Boutique Amplifier yang sudah dilengkapi dengan efek digital delay) dan Amplug Bass (Amplug untuk pemain bass –Mini Modeling Vox Bass amplifier yang dilengkapi dengan efek compressor/boost )

MANFAAT AMPLUG

  • Vox Amplug sangat cocok untuk semua gitaris yang notabene harus berlatih untuk meningkatkan skill / ketrampilan permainannya tanpa harus mengganggu orang lain dengan raungan suara gitar yang anda mainkan.

  • Kualitas sound Vox Amplug sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan latihan anda.Kualitas sound yang baik adalah salah satu aspek penting untuk menjaga ‘mood’ berlatih anda.

  • Jika anda sudah merasa bosan berlatih gitar di dalam kamar pribadi atau di studio, Amplug dapat membantu anda menciptakan ‘suasana baru’ dalam berlatih, contohnya: anda bisa berlatih gitar di taman belakang rumah anda atau jika kamar pribadi anda berada di lantai dua, anda dapat berlatih di balkon kamar pribadi anda dan dengan ditemani secangkir kopi capuccino hangat tentunya

Baca selengkapnya. . .