About Alan Walker

Alan Olav Walker (lahir 24 Agustus 1997) adalah produser rekaman berkebangsaan Inggris-Norwegia, lahir di NorthamptonInggris. Ia terkenal dengan electronic dance music single "Faded" yang telah mencapai nomor 1 di beberapa negara, dan di YouTube memiliki lebih dari 630 juta penonton dan 3.85 juta suka, menempatkannya di antara 40 video YouTube yang paling disukai....



Awal karier
Lahir di Northampton, Walker pindah ke BergenNorwegia, dengan ibunya yang berkebangsaan Norwegia dan ayahnya yang berkebangsaan Inggris pada usia dua tahun. Tumbuh di era digital, Walker menemukan minatnya dalam komputer yang kemudian berubah menjadi daya tarik untuk pemrograman dan desain grafis. Walker tidak punya sejarah musik, namun ia kemudian belajar sendiri dengan menjelajahi video-video YouTube tentang produksi musik.[1] Pada tahun 2012 ia mulai membuat musik di laptopnya dan lagu-lagunya segera menarik perhatian label rekaman.

2015-sekarang: "Faded" dan "Sing Me to Sleep"

Lagu Walker "Fade" mendapat perhatian setelah rilis di YouTube melalui label NoCopyrightSounds. Trek "Spectre" dan "Force" diikuti pada tahun 2015. Walker menandatangani dengan MER Musikk di bawah Sony Music Sweden dan single berikutnya, "Faded", adalah versi lokal remaster dari "Fade". Lagu tersebut dirilis 25 November 2015 dan menampilkan vokalis perempuan Iselin Solheim. Lagu tersebut menjadi fenomenal di beberapa negara Eropa dan menempatkannya menjadi lagu terbaik di Norwegia, Swedia, Finlandia, Denmark, Irlandia, Italia, Spanyol, Jerman, Belanda, Britania Raya, dan Amerika Serikat, banyak bagian dari negara Eropa lainnya dan beberapa negara Asia.

Diskografi

Single

JudulTahunPuncak PosisiSertifikasi
NOR
[3]
AUS
[4]
FRA
[5]
GER
[6]
IRE
[7]
ITA
[8]
NLD
[9]
SWE
[10]
UK
[11]
US
"Fade"2014
"Spectre"2015
"Force"
"Faded"12116121780
"Sing Me to Sleep"2016151109
[16]
95
  • GLF: 2× Platinum
"—" denotes single yang tidak ada dalam urutan atau tidak dirilis.

Remix

Sebagai DJ Walkzz

TahunJudulArtis
2012"Glimpse of Heaven" (DJ Walkzz Remix)DJ Harmonics

Sebagai Alan Walker

TahunJudulArtis
2013"The Final Countdown(Alan Walker Remix)Europe
2015"Rays of Light(Alan Walker Remix)Broiler
2016"Hymn for the Weekend(Alan Walker Remix)Coldplay
"Millionaire" (featuring Nelly) (Alan Walker Remix)Cash Cash & Digital Farm Animals

Video musik

TahunJudulSutradara
2015"Faded"
  • Rikkard Häggbom
  •  
  • Tobias Häggbom
2016"Sing Me to Sleep"

(sumber : wikipdia)

Baca selengkapnya

[About Game] Download Guitar Hero World Tour untuk Java & symbian S60v3

Name : Guitar Hero World Tour
Version : Java
Vendor : Hands On
Genre : Musik
Platform : 240x320 & 320x240 (NOKIA/All devices support JAVA)
Size : 7.52 Mb
Format file : Jar



Baca selengkapnya

Cara Setting Bass Yang Bengkok


Sedikit pengetahuan tentang bagaimana cara meluruskan neck bass yang bengkok dengan cara memutar trush rod sesuai dengan kondisi neck bass kita masing - masing, yakni  apabila neck bass kita terlalu cembung( melengkung ke belakang/berlawanan jarum jam) ataupun terlalu cekung (melengkung ke depan/searah  jarum jam)
Baca selengkapnya

Back to 2006, remembering the Bass Heroes!


       13 orang! sebuah ensemble pemain bass dengan jumlah 'tidak main-main. Ditambah lagi, ke semua pemain bass yang terlibat adalah nama yang 'tidak main-main'. Inilah sebuah proyek musik langka yang boleh dibilang sangat kompleks permasalahannya, tapi toh akhirnya dapat terwujud juga adanya.

Bass Heroes, bergulir sebagai konsep atas gagasan Thomas Ramdhan, bassist nan enerjik dari kelompok musik GIGI. Gagasan ini kian berkembang setelah Thomas bertemu lagi dengan sahabat lamanya, Bongky Ismail, bassist kelompok bip itu. Memang menjadi menarik untuk mengikuti, menyimak dan sekaligus melihat, bahwasanya pemain bass yang biasanya berada di garis belakang, sekarang ditarik ke garis depan. Biasanya lebih pada posisi 'bertahan', bahu membahu dengan drums, kini justru memimpin di barisan depan. Apa jadinya ya? Mana lagi, ada 13 pemain bass yang bermain bareng! Siapkah telinga kita 'digempur' kumpulan penghasil 'nada-nada rendah'?

Maka kedua kawan karib sejak lama itu, Thomas dan Bongky, akhirnya melangkah lebih jauh. Mereka kerja bareng menjadi produser rekaman unik dan berbeda ini. Tidak mudah mengajak ataupun mengumpulkan rekan-rekan sesama bassist uniuk dapat terlibat dalam proyek rekaman ini. Lumayan kompleks persoalan dalam mewujudkan mimpi ini. Paling tidak, yaing mendasar adalah menyiasati jadual berkumpul di sela-sela kesibukan semua bassist dalam grupnya masing-masing.

Alhasil 'terjaringlah' 11 pemain bass lain, yang bersedia dan memiliki cukup waktu untuk bersama-sama menuntaskan konsep rekaman ensemble bass ini. Dan ke 13 nama tersebut juga menyodorkan permainannya masing-masing pada setiap lagu karya mereka.

Bass Heroes, sebagai album rekaman yang diambil SONYBMG Music yang lantas bertindak sebagai executive producer, menempatkan dua buah lagu yang mengetengahkan permainan ke 13 pemain bass sekaligus. Kedua lagu menjadi pembuka dan penutup album ini. Rame-Rame karya almarhum Christ Kayhatu dan George Leiwakabessy, dijadikan sebagai nomer pembuka. Lagu riang yang jazzy, dan popular di era 80an ini, tetap tidak menyusut keriangannya dari tangan aranjer Bongky. Tapi jelas, keriangan yang dihasilkan memang menjadi berbeda. Ke 13 pemain bass dengan karakter dan sound bassnya masing-masing saling 'berdialog' dan mengisi penuh sepanjang lagu.


       Begitupun halnya dengan Cucak Rowo, yang dijadikan lagu penutup. Lagu yang dipopulerkan Didi Kempot ini memang tetap menggoyang dan menghentak, walau terasa betul ketebalan ekstra bunyian nada rendah yang mendominasi. Tapi sama sekali tidak mengganggu, untuk mengajak 'bergoyang' pendengarnya.

Dan pada lagu-lagu lain, bass pun muncul ke depan dengan pelbagai bentuk karakter yang berbeda. Bisa terasa 'galak' dengan 'menyalak' nyaring terutama lewat Iwan Xaverius dengan karyanya bertajuk, IXS II ataupun pada penampilan satu-satunya bassist cewek, sekaligus yang termuda, Nissa Hamzah yang dikenal sebagai bassist grup muda Omelette, pada karyanya berjudul Rush. Kedua bassist tersebut di atas, didukung pula oleh musisi lain sebagai gitaris dan drummer. Namun bass tetap menjadi leader yang mendominasi.

Seperti juga halnya pada Regge Kasmaran yang terasa mengajak bersantai, karya Bongky, dimana Bongky didukung Kun Kun (drum, keyboard & percussion)
serta Ujie (gitar). Sementara Thomas Ramdhan, menyembulkan kesan
ayo bergoyang lebih seru lewat Alone yang memiliki nuansa techno. Ada juga kesan menghanyutkan lewat permainan Bintang Indrianto, bassist yang belakangan aktif pula sebagai produser album-album jazz, dengan lagu Kupuja. Bintang berduet dengan istrinya sendiri yang memang penyanyi, Netta. Ia memainkan dua bass, fretless sebagai melody dan fretted sebagai rhythm, dengan didukung pula dua gitaris, Denny Chasmala dan Dewa Budjana.

Ada pula kesan ' bergoyang sambil terhanyut' lewat Bondan Prakoso, dalam Psychedelic Sub Rhythm, dimana bassnya diajaknya ikut bemyanyi. Lewat Summer Sky, bassist Arie Firman yang merupakan mantan personil the Groove, menampilkan kesan genit dan cantik. Sedangkan Rindra yang dikenal sebagai bassist grup musik PADI tampil menyodorkan kesan indah lewat My Friend's Song, dimana hadir tiupan saksofon oleh Marion. Begitupun halnya dengan Indro Hardjodikoro, salah satu session player terlaris dengan Titik Awal, yang melibatkan tiupan trumpet dari Rio Sally selain bunyian solo piano oleh Aga.


       Sementara bassist lain, seolah keluar dari wama dasar kelompok musiknya masing-masing, semisal Adam yang dikenal sebagai bassist Sheila on 7, menyodorkan 1..2..3..Go! yang didukung drummer grupnya juga, Bryan. Ronny dari grup musik Cokelat juga sedikit berbeda, dengan Basskuhepi, yang didukung pula oleh drummer grupnya, Ervin. Kemudian bassist muda, yang adalah putra musisi jazz kawakan Benny Likumahuwa, Barry Likumahuwa menyodorkan lagu bertema riang yang didukung rapper, Ivan Saba. Dalam lagu Mi Angelita. Barry juga didukung drummer muda Rayendra Soenito. Sementara itu Arya Setyadi, yang lebih dikenal sebagai instruktur sekaligus rajin melakukan bass clinic, bermain so!o mendepankan permainan bassnya yang acapkali diselipkan tehnik tapping, lewat komposisi She's Mine.

Materi para pemain bass, dengan segenap karya lagunya, sungguh membuat album rekaman ini menjadi tambah menarik. Tak melulu sekadar konsep dasar yang memang unik dan berbeda karena mengedepan instrumen bass, tapi juga dengan hasil pelbagai corak musik yang disodorkan. Bungkusannya menjadi penuh bunyian, yang menggabungkan beragam unsur musik baik itu pop, jazz/fusion, rock, techno hingga hiphop ataupun R n B.

Bagi yang ingin mendengarkan lagunya bisa download disini :

Baca selengkapnya

Download GRATIS album Mew - No More Stories Are Told Today Im Sorry They Washed Away

Judul album yang teramat panjang, namun saya sangat menikmati lagunya terutama single yang berjudul "Beach". Meski sebenarnya Mew, band asal
Denmark ini cukup irit dalam memberi materi dalam album studio kelima mereka ini (12 trek saja dengan dua intermezzo). ‘No More Stories, Are Told Today, I’m Sorry, They Washed Away / No More Stories, The World Is Grey, I’m Tired, Let’s Wash Away’, demikian judulnya, seolah-olah mengajak kita masuk ke dunia gloomy Mew dalam sebuah kerangka perspektif, mengutip Mew sendiri, “pretentious art rock”. Apakah mereka benar-benar pretensius? Rasanya tidak. Ini adalah salah satu album art-rock yang jujur dalam menafaskan ruhnya. Lantas, bagaimana dengan usungan “dream pop” yang dilabelkan kepada mereka? Saya sebenarnya kurang paham dengan konsep dream pop tersebut, hanya saja, dalam album ini Mew memang menawarkan musik-musik yang cenderung mengawang, moody dan atmosferik. Baiklah, mungkin menurut Jonas Bjerre, album ini akan terasa lebih “gembira, lebih nge-beat, lebih dansa-dansi”, akan tetapi tentu saja itu semua dirangkum dalam atmosfir ala Mew itu sendiri. Meski tidak sekelam album “And The Glass Handed Kites”, namun tembang pembuka, ‘New Terrain’, sudah mengajak masuk kedalam dunia mimpi Mew. Dengan komposisi yang enerjik, lagu terasa dinamis namun ruh mengawang tadi seolah melekat erat. Hei, ada cerita yang menarik untuk ‘New Terrain’, karena jika didengarkan secara terbalik, maka lagu ini akan berubah menjadi lagu lain yang berjudul ‘Nervous’. Ajaib? Tidak jika Mew bereksplorasi dengan kejeniusan mereka. ‘Cartoons and Macramé Wounds’ adalah pembuktian akan kuatnya unsur eksperimental yang berkesan gloomy di album ini, karena dengan durasi sepanjang 7 menit, Bjerre, bersama dengan Bo Madsen dan Silas Utke Graae Jørgensen seolah-olah mengajak kita masuk dalam dunia imajinasi mereka. Single pertama, ‘Introducing Palace Players’, adalah eklektisme dalam bermusik rock dalam visi Mew. Dibuka dengan instrumental yang sedikit disorentasi dengan riff gitar sepanjang satu menitan, barulah setelah vokal Bjerre masuk, maka lagi berubah arah menjadi jenis raungan rock alternatif yang biasa kita kenal dari Mew. Tidak terlalu menghentak tapi tidak lembek. Selain itu, ‘Hawai Dream’ ‘ dan ‘Hawaii’ adalah keunikan tersendiri dan berturut-turut menyapa dan mengajak dalam dunia Mew yang eklektik ini. “No More Stories..” berada dalam balutan tangan dingin produser Rich Costey, yang sebelumnya sukses membidani album “Frengers”. Kerjasama mereka dengan Costey tampaknya memang jodoh dalam menciptakan kesan magis dan dreamy yang diinginkan. Album ini mungkin bukan berjenis rock alternatif yang gahar, akan tetapi mencerna album Mew ini adalah sebuah petualangan menuju dunia fantasi yang memanjakan telinga dan juga indera perasaan kita. Mungkin terdengar sedikit aneh, akan tetapi jika kita mampu mencerna dengan baik apa yang ingin disampaikan album ini, maka “No More Stories..” akan menjadi petualangan musikal yang luar biasa. Never dulll, never bore! (CreativeDisc) Artist: Mew Album: No More Stories Are Told Today Im Sorry They Washed Away Year: 2009 Genre: Indie Pop / Indie Rock Bitrate: 320 kbps Tracks: 14 Size: 77 mb Tracklist: 01. New Terrain 02. Introducing Palace Players 03. Beach 04. Repeater Beater 05. Intermezzo 1 06. Silas The Magic Car 07. Cartoons And Macreme Wounds 08. A Dream 09. Hawaii 10. Vaccine 11. Tricks 12. Intermezzo 13. Sometimes Life Isn't Easy 14. Reprise Download Link : http://creafile.com/download/b4092dce20ebf684b73519ce79759df8.html

 Enjoy !!!!! 


courtesy : jogorablog

Baca selengkapnya

Soundtrack Iklan Susu Friso Gold

Iklan susu Frisso Gold? ya.. pasti kalian pernah melihat iklan tersebut. bahkan sampe ada yang merhatiin soundtrack nya karena enak didengar. Setelah mencoba bertanya mbah gugel (searching via google, red) ternyata soundtracknya berjudul Incredible journey.
Penyanyinya? Nama penyanyi nya adalah Bai Ann. Penulis dan penyanyi yang lahir di kota Taipei pada 27 September 1991 ini menjadi pemenang "2012 Best Song China Musicians Association".


Bai Ann
 
Nama Lengkap: Bai Ann (An) Yan
Nama Akrab: Bai Ann
Tanggal Lahir: 27 September 1991
Tempat Kelahiran: ROC, Taipei (Republik China)
Pendidikan: National Taipei College of Business. Departemen Terapan Bahasa Asing junior college.
Profesi: Penyanyi dan Penulis lagu
Facebook: facebook.com/baiannmusic




Buat yang penasaran sama lagu/cuplikan iklannya, bisa streaming video atau download mp3 nya disini :

Download mp3 :




Streaming Youtube :


Download video from youtube :

Baca selengkapnya

Eddie Hermida Resmi Jadi Vokalis Baru "Suicide Silence"

Rockmagz – Rumor tentang adanya vokalis baru di tubuh formasi Suicide Silence belakangan ini memang ramai menjadi perbincangan para metalhead dunia. Namun, setelah adanya perilisan teaser lagu “You Only Live Once” dengan sample dari vokalis baru, perlahan siapa pengganti Mitch Lucker mulai terkuak.

Eddie Hermida vokalis dari All Shall Perish memang menjadi orang yang santer dibicarakan untuk menjadi pengganti Mitch Lucker, bahkan Suicide Silence pun telah memberikan Press Release-nya. “Mitch dan Eddie merupakan teman lama dan kami merasa jika band ini harus terus berlanjut. Oleh sebab itu band ini harus bersama dengan seorang yang Mitch kenal secara pribadi dan dihormati baik sebagai teman juga seorang seniman”.

Dan kini, Eddie Hermida pun telah resmi menjadi vokalis bari dari Suicide Silence. Eddie sendiri dipilih karena hubungan lama dan banyak atribut lainnya, seperti kualitas karakter sampai kemampuan vokalnya yang dinamis dan membuatnya menjadi yang terbaik untuk Suicide Silence.

Namun, setelah Eddie Hermida bergabung dengan Suicide Silence, sang vokalis pun memutuskan untuk meninggalkan band lamanya, All Shall Perish agar ia semakin berkonsentrasi di Suicide Silence.

All Shall Perish sendiri telah memberikan statement resmi mengenai bergabungnya Eddie dengan Suicide Silence, “Beberapa saat lalu, Eddie resmi bergabung dengan Suicide Silence. Eddie keluar dari All Shall Perish dan bergabung full time dengan Suicide Silence. Kita pernah kehilangan Chris Storey dan vokalis pertama kami, Craig Betit. Namun, kamu berhasil melangkah maju dengan talenta-talenta seperti Adam Pierce, Francesco Artusato juga Eddie Hermida”.

Jadi untuk semua para fans All Shall Peris, tenang saja karena “All Shall Perish has continued before and will continue now,” tulis All Shall Perish.

Jika kalian penasaran dengan suara Eddie Hermida, mending langsung cek “You Only Live Once” dari Suicide Silence dengan suara dari sang vokalis terbarunya di bawah ini.

 

(courtesy :  Rockmagz)

Baca selengkapnya

6 Band asal Indonesia Masih Menggunakan rekaman Format Kaset Pita!

CLEAR.CO.ID - Untuk jaman sekarang yang serba digital, pastinya para pelaku musik lebih memilih merilis album mereka dengan format CD atau melalui sarana unduh legal via i-Tunes. Hal tersebut...
otomatis meninggalkan tradisi rilis album dalam format pita kaset.


Kaset merupakan bentuk rilisan yang sempat merajai dalam beberapa dekade ke belakang. Namun kini pamornya semakin tergilas bahkan hilang dikarenakan kemajuan teknologi. Beberapa saat lalu tercetus ide untuk menggalakkan kembali rilisan kaset dalam acara Cassette Store Day pada Sabtu (9/7) lalu.

Bahkan ada juga musisi yang masih berniat merilis album mereka dalam format kaset. Beberapa sebagai bentuk nostalgia untuk mengenang kejayaan kembali era format pita kaset, maupun dikhususkan untuk kolektor item.

Berikut diulas dalam 6 Rilisan Band asal Indonesia Dalam Format Kaset. (kpl/fnd)




1. The SIGIT - Detourn


       Kuartet rock asal Bandung ini, memilih menyertakan rilisan format kaset pada album teranyar mereka DETOURN (2013). Kaset tersebut hanya terdapat pada paket duluxeBox Set DETOURN dan hanya dirilis terbatas melaui pre-order, yang kabarnya kini sudah terjual habis. (kpl/fnd)



2. Pandai Besi - Daur, Baur

 
       Band yang baru terbentuk pada pertengahan tahun 2012 ini memilih merilis kaset untuk debut album pertama mereka DAUR, BAUR. Rilisan Kaset ini pun juga terbatas yang bisa diperoleh melalui program crowdfunding dengan donasi antara 350 ribu rupiah sampai 10 juta rupiah melalui http://www.efekrumahkaca.net beberapa bulan lalu.

       Program crowd funding ini dilakukan guna biaya rekaman di studio legendaris Lokananta. Selain kaset Pandai Besi juga menyertakan rilisan CD dan piringan hitam. (kpl/fnd)

 

3. AUMAN - Suar Marabahaya

 
       Band metal asal tanah Sriwijaya ini menyertakan rilisan dalam format kaset untuk debut album mereka SUAR MARABAHAYA pada tahun ini. Kaset ini nantinya akan sepaket dengan beberapa merchandise lainnya seperti, stiker, kaos, pick gitar dan dibandrol dengan harga 225 ribu rupiah. (kpl/fnd)

 

4. Efek Rumah Kaca - Efek Rumah Kaca



       Demi ikut serta merayakan hari kaset sedunia, band ini merilis kembali album pertama mereka EFEK RUMAH KACA dengan format kaset. Rencananya akan dikopi terbatas sebanyak 100 keping saja dan dijual dalam acara Cassette Store Day di Jakarta. (kpl/fnd)



5. Aurette and The Polska Seeking Carnival - Self Titled




       Band folk asal Yogyakarta ini pada (3/9) merilis sebuah EP/mini album bertajuk SELF TITLED. EP tersebut dirilis terbatas 150 copy dalam dua format, 100 buah CD dan 50 buah kaset pita.

       AATPSC bermaksud merilis EP dalam bentuk kaset dengan harapan agar para pendengarnya lebih menghargai musik. Band ini menyatakan bahwa mereka ingin mengenang kembali masa kejayaan kaset pita. (kpl/fnd)



6. Strange Mountain - Slow Midnight



       Vokalis dari band indiepop Sajama Cut ini sedang membuat proyek solo yang ia namakan dengan Strange Mountain. Dalam side project-nya ini, Marchell Thee melilis album debut dengan judul SLOW MIDNIGHT dan dirilis dalam format kaset. Kaset ini pun diproduksi dengan jumlah yang terbatas oleh label rekaman Chicago, Lillerne Tapes.

(kpl/fnd) (courtesy : clear.co.id)
Baca selengkapnya

Para Musisi ini ternyata seorang "Gay"

CLEAR.CO.ID - Di sebagian belahan bumi ini, hubungan sesama jenis bukanlah hal yang tabu. Bahkan beberapa negara mengizinkan warganya untuk menikah sesama jenis. Beberapa musisi berikut bahkan tak segan mengakui bahwa dirinya seorang gay.
Berikut Musisi yang mengakui dirinya Gay dari beberapa generasi..



1. Ricky Martin

     Usai cukup lama dirumorkan sebagai seorang gay, Ricky Martin akhirnya memutuskan untuk mengumumkannya secara terbuka pada publik. Ricky menyampaikannya pada publik pada tahun 2010 silam. Publik pun dibuatnya terkejut.
     Ricky menjelaskan bahwa ia melakukannya demi menjaga keterbukaan dan kejujuran sebagai contoh baik bagi anak-anaknya. Uniknya, sebelumnya Ricky justru merupakan seorang homofobia.(kpl/adb)


2. Adam Lambert

     Adam Lambert adalah salah satu penyanyi yang percaya diri dengan statusnya sebagai seorang gay. Tahun 2009 silam, pria jebolan American Idol ini mengungkapkan pada publik bahwa dirinya adalah seorang gay.
     Tahun 2012 lalu, Adam juga pernah mengungkapkan bahwa penyanyi dengan status gay memiliki peluang lebih kecil untuk meraih popularitas. Meski begitu, Adam termasuk penyanyi yang merengkuh kesuksesannya, terutama lewat album TRESPASSING (kpl/adb)


3. Stephen Gately


     Stephen Gately merupakan personel boyband Boyzone yang telah meninggal dunia pada 2009 lalu. Sebelumnya ia pernah mengumumkan pada publik bahwa dirinya adalah seorang gay.

     Pada video klip BetterGately pernah berpasangan dengan sorang model pria. Sedangkan empat personel lainnya berpasangan dengan model wanita. Isyarat gamblang itu sempat memicu reaksi negatif dari berbagai pihak. (kpl/adb)

4. Elton John

     Bukan rahasia lagi bahwa Elton John adalah salah satu pioner penyanyi yang mengakui dirinya adalah seorang gay. Bahkan Elton sangat gencar berkampanye untuk pelegalan pernikahan sesama jenis.     
Menjadi pioner jelas memiliki risiko lebih. Akibat pengakuannya sebagai gay, Elton pernah ditolak untuk manggung di Malaysia pada 2012 lalu.(kpl/adb)

5. Frank Ocean

     Tahun 2012 lalu Frank Ocean membuat keputusan berani. Ia mengumumkan bahwa dirinya penyuka sesama jenis. Melalui Tumblr, ia menjelaskan bahwa cinta pertamanya adalah seorang pria.

     Bulan April lalu Ocean masuk daftar '10 besar orang paling gay/lesbi' di Amerika. Ia menduduki peringkat 10 dalam daftar yang dihasilkan lewat polling tersebut. (kpl/adb)

6. Mika


     Sudah lama publik mengendus rumor bahwa Mika adalah seorang gay, tepatnya pada tahun 2007 silam. Namun Mika baru 'meresmikannya' pada bulan Agustus 2012 silam. Dalam kesempatan itu, ia mengaku tidak menyesali dengan keadaan tersebut. Ia justru bangga bisa mengungkapkan pada publik. (kpl/adb)

7. Lance Bass

     Tahun 2006 silam, beberapa gadis di dunia mungkin sedang merasakan patah hati. Pasalnya salah setu personel NSYNCLance Bass mengungkapkan pada publik bahwa dirinya adalah seorang gay. Waktu itu Lance baru berusia 27 tahun. Ia tak menyesali keputusan tersebut. Bahkan ia merasa lebih tenang usai dunia mengetahuinya.
       "Saya tak merasa malu mengungkapkan hal yang ingin saya katakan," ujarnya kala itu.(kpl/adb)

8. Clay Aiken

     Perlu keberanian khusus bagi seorang public figure untuk mengungkapkan statusnya sebagai gay. Clay Aiken cukup percaya diri melakukannya. Tahun 2008 lalu ia dengan mantap mengakui hal tersebut. Bahkan saat itu ia mengadopsi seorang anak bersama pasangannya.
     "Ya, aku seorang gay. Aku tidak ingin membesarkan anakku dalam kebohongan dan menyembunyikan sesuatu darinya," ungkapnya mantap. (kpl/adb) (courtesy: clear.co.id)


Baca selengkapnya

Tentang Cubase


Mungkin teman2 belum tau tentang Cubase. Disini saya akan sedikit menjelaskan tentang cubase. Menurut saya cubase hampir sama dengan nuendo. Setau saya cubase hanya diperuntukkan khusus untuk audio. Sedangkan nuendo bisa memproduksi dan mengedit Video dan Audio.
Kembali ke laptop. Cubase itu sebuah program komputer untuk produksi musik / rekaman. Sebuah program yang bisa merekam, memproduksi dan mencampur suara untuk membuat produksi musik untuk distribusi di CD atau internet. Sebagian besar fasilitas di studio rekaman sekarang menggunakan Cubase atau produk serupa lainnya.


Cubase adalah serangkaian MIDI, musik digital audio sequencer dan aplikasi audio editing digital (umumnya dikenal sebagai DAW - Digital Audio Workstation), dibuat oleh perusahaan Jerman, Steinberg. Versi pertama, yang berjalan pada komputer Atari ST, dirilis pada tahun 1989.


Pada 15 Januari 2009, Steinberg mengumumkan bahwa versi baru, Cubase 5, sudah siap dan akan dikirim pada awal bulan Februari 2009. Steinberg Cubase secara resmi memulai pengiriman cubase 5 pada tanggal 27 Januari 2009. Dalam cubase 5 banyak fitur baru, termasuk: fitur mesin drum, vokal mengedit dan (real time) pitch koreksi, ekspresi VST alat untuk memudahkan pengeditan instrumen artikulasi, meningkatkan otomatisasi penanganan data, dan VST3 convolution reverb. Versi ini juga mendukung teknologi 64-bit pada Windows Vista.



Kalian jg dapat download tutorial cubase5 disini :

CUBASE 5 and EDIROL PCR 300/500/800 TUTORIALS



(wikipedia.)


Baca selengkapnya

Basic Mixing Buat Pemula ^.^

Kenikmatan saat kita mendengarkan lagu, tidak lepas dari peran seorang Sound Engineer. Banyak yang belum tahu bahwa lagu-lagu yang biasa kita dengarkan sebenarnya melewati beberapa tahap yang cukup rumit. Berikut proses yang dilakukan dalam pembuatan lagu, yaitu: proses recording, proses mixing, dan proses mastering.

Seperti yang kita ketahui, proses recording adalah merekam suara atau permainan instrumen, dilanjutkan dengan proses mixing yaitu menata ........................(Gambar 1)........................ suara agar dapat menyatu satu sama lain, dan proses mastering adalah finishing dari hasil mix agar dapat dinikmati. Untuk sementara kita tidak akan membahas terlalu dalam dulu, mari kita bicara tentang mixing. Let’s get it on!!!



Pada dasarnya, kemampuan utama yang harus dimiliki seorang Mixing Engineer adalah melihat letak suara atau yang disebut Sound Separation, yaitu kemampuan melihat suara secara 3 dimensi, baik itu dari depan-belakangnya, kiri-kanan, dan atas-bawah. (Gambar 1)
























Gambar 2

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam mixing yang harus dikuasai oleh seorang Mixing Engineer adalah Element of Mix. Apa Itu?
Element of Mix terdiri dari 6 element, yaitu:
1. Balance
2. Pan
3. EQ
4. FX
5. Dynamic
6. Interest

Mari kita bahas satu per satu elemen-elemen tersebut.

* Balance

Balance adalah proses menyelalaskan volume antar instrument. Dalam proses ini kita harus menata volume masing-masing instrumen agar tidak saling bertabrakan. Sebelum melakukan balance, ada baiknya bila kita membuat gambar letak dari instrumen-instrumen yang akan kita balance (Gambar 2), seperti contoh: vokal diletakkan di depan, gitar diletakkan sedikit di belakang vokal, dan seterusnya sesuai kreasi masing-masing.
















Gambar 3

* Pan

Pan atau disebut juga Panorama adalah peletakan suara atau instrumen di sebelah kanan, di sebelah kiri, dan di tengah, yang bertujuan memberikan kesan Stereo. Sebagai contoh: suara gitar di kanan, piano di kiri, vocal di tengah, dan sebagainya. Fungsi lain dari panning ini juga untuk memberikan kesan luas atau megah pada sebuah lagu sehingga dimensinya terbentuk dengan baik.

























Gambar 4

* EQ

EQ adalah proses pewarnaan pada suara, yang dimaksudkan disini adalah perlakuan terhadap instrumen, dimana frekuensi tiap-tiap instrumen tidak saling mengganggu satu sama lain. Seperti contoh: suara distorsi gitar yang dirasa kelebihan treble perlu dilakukan pemotongan frekuensi di sekitar 4kHz, atau suara bass yang dirasa kurang nge-bass perlu dilakukan penambahan frekuensi di sekitar 80Hz. Namun semua ini hanya perumpamaan, proses EQ yang sebenarnya lebih memikirkan bagaimana menyetarakan frekuensi antar instrumen. (Gambar 3 & 4)












Gambar 5


* FX

FX dalam mixing digunakan untuk memperjelas posisi depan-belakang suara atau instrumen. FX yang banyak digunakan dalam proses mixing adalah reverb dan delay (Gambar 5). Fungsi reverb adalah untuk menciptakan dimensi ruang dan membuat suara lebih besar (bukan keras). Sedangkan fungsi dari delay adalah untuk membuat suara lebih deep (dalam).




















Gambar 6


* Dynamic

Dynamic adalah mengendalikan dinamika atau pergerakan lagu antara bagian yang keras dan pelan (Gambar 6) . Untuk mengendalikan dinamika digunakan 3 jenis tools, yaitu: compressor, limiter, dan gate (Gambar 7). Yang banyak digunakan dalam mixing adalah compresor dan gate, sedangkan limiter hanya digunakan dalam proses mastering. Compressor berfungsi untuk mengendalikan dinamika, sebagai contoh: jika vokal gainnya tidak rata digunakan compresor supaya gainnya lebih terkendali, contoh instrumen lain yang biasanya harus di-compress antara lain: drum, bass, gitar akustik, dll. Sedangkan gate berfungsi untuk menghilangkan noise pada bagian yang tidak diinginkan, contohnya: snare drum yang terdapat bocoran suara dari hihat, gunakan gate untuk menghilangkan kebocorannya.














Gambar 7


* Interest

Interest adalah art of mix atau seni dalam mixing, yang dimaksud dengan art of mix disini adalah menciptakan sesuatu yang berbeda sehingga pendengar merasa tertarik. Contohnya: salah satu lagu Evanescence, pada bagian reff, vokal tidak berada di tengah tetapi berpencar di kiri dan kanan. Contoh lainnya: pada salah satu lagu Creed, vokalnya diberi distorsi.

Sebenarnya, hal yang paling menentukan dalam mixing adalah telinga. Kemampuan mendengar yang baik, melihat suara dengan baik dan hafal frekuensi, merupakan faktor yang sangat menentukan. Berlatih dan terus berlatih.







Sebetulnya, banyak cara yang bisa dilakukan seseorang dalam nge-mixing musik, ini cuma salah satu cara yang biasa saya lakukan. Jadi ini cuma gambaran aja terutama buat newbie, saya pun gak selalu nge-mixing dengan urutan yang sama persis seperti ini:

1. Cari dulu referensinya lalu denger dan perhatikan baik-baik karakter mixingannya karena setiap genre biasanya punya komposisi yang berbeda dari genre yang lainnya. Misalnya musik jazz itu lebih dry daripada musik rock. Kalo bisa jangan mulai ngemixing dulu sebelum ada tujuan akhirnya mau seperti apa.

2. Bersihkan semua klip audio dari noise, bocoran dari instrumen lain atau sinyal-sinyal yang gak diinginkan. Langkah ini bisa dilakukan dengan noise-gate, tapi banyak sound engineer yang melakukannya secara manual karena rasanya memang lebih fleksibel.

3. Setelah klip audio dibersihkan mulailah untuk mem-balance semua track. Langkah awalnya turunkan semua volume fader sampai ke dasar (kecuali master fader tentunya).

4. Sekarang naikan track kick pelan-pelan sampai terasa cukup, gak perlu terlalu keras karena nanti akan ada bass yang akan menambahkan kebutuhan di frekuensi low nya. Kalo anda punya track room, maka itu bisa dijadikan patokan seberapa besar volume kick yang proporsional.

5. Lalu anda naikan track snare sampai terasa seimbang dengan track kick yang tadi sudah lebih dulu dinaikan.

6. Kemudian diikuti track hi-hat dan cymbal. Hati-hati jangan sampai terlalu besar, karena hal ini bisa mengganggu hasil mixing secara keseluruhan, jangan sampai nantinya hasil mixingan anda terganggu oleh suara cymbal yang berlebihan. Biasanya hi-hat dan cymbal/overhead saya set sekitar 30% s/d 50% lebih pelan daripada track kick dan snare.

7. Diikuti dengan tom 1, tom 2, dan floor. Sebaiknya jagan dulu di panning ke kiri atau ke kanan, biarkan dulu pada posisi di tengah lalu anda naikan pelan-pelan sampai anda merasa volumenya cukup proporsional, setelah itu barulah anda lakukan panning. Lakukan koreksi pada volume fader jika terasa terlalu besar setelah di panning, biasanya dengan menurunkan sekitar 2 dB atau lebih dikit.

8. Nah sekarang kita angkat volume fader pada track bass pelan-pelan. Fokuskan perhatian anda pada suara kick, naikan sampai pada titik dimana anda merasa kick dan bass-nya menyatu. Langkah ini kadang terasa susah terutama kalo sound bass-nya kurang bagus, atau si player waktu proses trackingnya gak stabil. Maka biasanya saya tambahkan compressor duluan atau saya melakukan langkah ini sambil menyeting EQ.

9. Barulah kita angkat instrumen-intrumen lainnya seperti rhytm gitar, fill gitar, lead gitar, keyboard dan lainnya seseimbang mungkin. Yang sifatnya lead biasanya lebih menonjol dari yang lainnya tapi jangan juga jadi berlebih.

10. Lalu barulah vocal. Untuk industri musik di Indonesia biasanya perbandingan volume antara vocal dan instrument itu 60/40 bahkan kadang lebih besar lagi. Kalo musik barat biasanya kira-kira sekitaran 50/50 atau terkesan rata.

11. Proses balance sudah selesai, sekarang tambahkan compressor pada track-track yang membutuhkannya terutama pada track yang kedengerannya timbul-tenggelam.

12. Lalu tambahkan juga EQ. Langkah ini hampir selalu dibutuhkan, bukan cuma buat “mengobati “ sound yang gak bagus tapi lebih ke kebutuhan pembentukan sound (sound shaping).

13. Sampailah sekarang pada proses pemberian nuansa yang tujuannya biar mixingan anda gak boring. Kalo 100% dry akan terdengar membosankan tentunya. Langkah ini adalah penambahan effect seperti reverb, delay, chorus dll. Silahkan berkreasi dan “use your imagination”. Tapi ingat, jangan berlebihan atau anda akan kehilangan punch, kecuali anda punya alasan artistik tersendiri.

14. Sekarang mixingan anda sudah punya nuansa, sudah punya space, terdengar seperti di dalam sebuah café, atau di sebuah stadium yang bisa menampung 60.000 orang? :nod: , nice… tapi bagaimana dengan dinamika? Jika masih terasa monoton maka anda butuh melakukan automation, misalnya di bagian chorus, gitar rhytm lebih menonjol daripada di bagian verse, atau reverb vocal di bagian chorus lebih besar daripada di bagian verse. Ya sudah, tambahin aja automation.

15. Langkah berikutnya adalah koreksi EQ. Langkah ini juga hampir selalu dibutuhkan karena seringkali ada frekuensi dari sebuah track yang luput dari perhatian kita karena kita terlalu sibuk dengan proses-proses sebelumnya tadi. Cek dengan men-solo-kan track satu per satu.

16. Begitu pula dengan volume fader. Cek dengan men-solo-kan track satu per satu, mungkin ada yang terlalu besar atau justru kurang besar.

17. Istirahat dan cek lagi keesokan harinya. Telinga manusia tidak selamanya jujur terutama ketika kondisi anda sudah kelelahan atau lagi demam :grin: .

18. Sudah cukup tidur? Oke, buka lagi file yang udah di mixing. Dengar lagi baik-baik. Mungkin persepsi anda sudah berubah pada hasil mixingan kemarin. Lakukan refisi disana-sini merupakan ide yang bagus.

19. Kalo udah yakin ya udah, bounce/render/export song to audio file.

20. Putar di tape mobil anda, di kamar anda, di mana saja. Buat catatan yang menurut anda penting sebagai bahan pembelajaran untuk mixingan anda berikutnya. Have Fun!.




Demikian pengetahuan yang bisa saya berikan. Semoga dapat menambah wawasan dalam hal mixing.^.^


(komputek, garputala)

Baca selengkapnya