Basic Mixing Buat Pemula ^.^

Kenikmatan saat kita mendengarkan lagu, tidak lepas dari peran seorang Sound Engineer. Banyak yang belum tahu bahwa lagu-lagu yang biasa kita dengarkan sebenarnya melewati beberapa tahap yang cukup rumit. Berikut proses yang dilakukan dalam pembuatan lagu, yaitu: proses recording, proses mixing, dan proses mastering.

Seperti yang kita ketahui, proses recording adalah merekam suara atau permainan instrumen, dilanjutkan dengan proses mixing yaitu menata ........................(Gambar 1)........................ suara agar dapat menyatu satu sama lain, dan proses mastering adalah finishing dari hasil mix agar dapat dinikmati. Untuk sementara kita tidak akan membahas terlalu dalam dulu, mari kita bicara tentang mixing. Let’s get it on!!!



Pada dasarnya, kemampuan utama yang harus dimiliki seorang Mixing Engineer adalah melihat letak suara atau yang disebut Sound Separation, yaitu kemampuan melihat suara secara 3 dimensi, baik itu dari depan-belakangnya, kiri-kanan, dan atas-bawah. (Gambar 1)
























Gambar 2

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam mixing yang harus dikuasai oleh seorang Mixing Engineer adalah Element of Mix. Apa Itu?
Element of Mix terdiri dari 6 element, yaitu:
1. Balance
2. Pan
3. EQ
4. FX
5. Dynamic
6. Interest

Mari kita bahas satu per satu elemen-elemen tersebut.

* Balance

Balance adalah proses menyelalaskan volume antar instrument. Dalam proses ini kita harus menata volume masing-masing instrumen agar tidak saling bertabrakan. Sebelum melakukan balance, ada baiknya bila kita membuat gambar letak dari instrumen-instrumen yang akan kita balance (Gambar 2), seperti contoh: vokal diletakkan di depan, gitar diletakkan sedikit di belakang vokal, dan seterusnya sesuai kreasi masing-masing.
















Gambar 3

* Pan

Pan atau disebut juga Panorama adalah peletakan suara atau instrumen di sebelah kanan, di sebelah kiri, dan di tengah, yang bertujuan memberikan kesan Stereo. Sebagai contoh: suara gitar di kanan, piano di kiri, vocal di tengah, dan sebagainya. Fungsi lain dari panning ini juga untuk memberikan kesan luas atau megah pada sebuah lagu sehingga dimensinya terbentuk dengan baik.

























Gambar 4

* EQ

EQ adalah proses pewarnaan pada suara, yang dimaksudkan disini adalah perlakuan terhadap instrumen, dimana frekuensi tiap-tiap instrumen tidak saling mengganggu satu sama lain. Seperti contoh: suara distorsi gitar yang dirasa kelebihan treble perlu dilakukan pemotongan frekuensi di sekitar 4kHz, atau suara bass yang dirasa kurang nge-bass perlu dilakukan penambahan frekuensi di sekitar 80Hz. Namun semua ini hanya perumpamaan, proses EQ yang sebenarnya lebih memikirkan bagaimana menyetarakan frekuensi antar instrumen. (Gambar 3 & 4)












Gambar 5


* FX

FX dalam mixing digunakan untuk memperjelas posisi depan-belakang suara atau instrumen. FX yang banyak digunakan dalam proses mixing adalah reverb dan delay (Gambar 5). Fungsi reverb adalah untuk menciptakan dimensi ruang dan membuat suara lebih besar (bukan keras). Sedangkan fungsi dari delay adalah untuk membuat suara lebih deep (dalam).




















Gambar 6


* Dynamic

Dynamic adalah mengendalikan dinamika atau pergerakan lagu antara bagian yang keras dan pelan (Gambar 6) . Untuk mengendalikan dinamika digunakan 3 jenis tools, yaitu: compressor, limiter, dan gate (Gambar 7). Yang banyak digunakan dalam mixing adalah compresor dan gate, sedangkan limiter hanya digunakan dalam proses mastering. Compressor berfungsi untuk mengendalikan dinamika, sebagai contoh: jika vokal gainnya tidak rata digunakan compresor supaya gainnya lebih terkendali, contoh instrumen lain yang biasanya harus di-compress antara lain: drum, bass, gitar akustik, dll. Sedangkan gate berfungsi untuk menghilangkan noise pada bagian yang tidak diinginkan, contohnya: snare drum yang terdapat bocoran suara dari hihat, gunakan gate untuk menghilangkan kebocorannya.














Gambar 7


* Interest

Interest adalah art of mix atau seni dalam mixing, yang dimaksud dengan art of mix disini adalah menciptakan sesuatu yang berbeda sehingga pendengar merasa tertarik. Contohnya: salah satu lagu Evanescence, pada bagian reff, vokal tidak berada di tengah tetapi berpencar di kiri dan kanan. Contoh lainnya: pada salah satu lagu Creed, vokalnya diberi distorsi.

Sebenarnya, hal yang paling menentukan dalam mixing adalah telinga. Kemampuan mendengar yang baik, melihat suara dengan baik dan hafal frekuensi, merupakan faktor yang sangat menentukan. Berlatih dan terus berlatih.







Sebetulnya, banyak cara yang bisa dilakukan seseorang dalam nge-mixing musik, ini cuma salah satu cara yang biasa saya lakukan. Jadi ini cuma gambaran aja terutama buat newbie, saya pun gak selalu nge-mixing dengan urutan yang sama persis seperti ini:

1. Cari dulu referensinya lalu denger dan perhatikan baik-baik karakter mixingannya karena setiap genre biasanya punya komposisi yang berbeda dari genre yang lainnya. Misalnya musik jazz itu lebih dry daripada musik rock. Kalo bisa jangan mulai ngemixing dulu sebelum ada tujuan akhirnya mau seperti apa.

2. Bersihkan semua klip audio dari noise, bocoran dari instrumen lain atau sinyal-sinyal yang gak diinginkan. Langkah ini bisa dilakukan dengan noise-gate, tapi banyak sound engineer yang melakukannya secara manual karena rasanya memang lebih fleksibel.

3. Setelah klip audio dibersihkan mulailah untuk mem-balance semua track. Langkah awalnya turunkan semua volume fader sampai ke dasar (kecuali master fader tentunya).

4. Sekarang naikan track kick pelan-pelan sampai terasa cukup, gak perlu terlalu keras karena nanti akan ada bass yang akan menambahkan kebutuhan di frekuensi low nya. Kalo anda punya track room, maka itu bisa dijadikan patokan seberapa besar volume kick yang proporsional.

5. Lalu anda naikan track snare sampai terasa seimbang dengan track kick yang tadi sudah lebih dulu dinaikan.

6. Kemudian diikuti track hi-hat dan cymbal. Hati-hati jangan sampai terlalu besar, karena hal ini bisa mengganggu hasil mixing secara keseluruhan, jangan sampai nantinya hasil mixingan anda terganggu oleh suara cymbal yang berlebihan. Biasanya hi-hat dan cymbal/overhead saya set sekitar 30% s/d 50% lebih pelan daripada track kick dan snare.

7. Diikuti dengan tom 1, tom 2, dan floor. Sebaiknya jagan dulu di panning ke kiri atau ke kanan, biarkan dulu pada posisi di tengah lalu anda naikan pelan-pelan sampai anda merasa volumenya cukup proporsional, setelah itu barulah anda lakukan panning. Lakukan koreksi pada volume fader jika terasa terlalu besar setelah di panning, biasanya dengan menurunkan sekitar 2 dB atau lebih dikit.

8. Nah sekarang kita angkat volume fader pada track bass pelan-pelan. Fokuskan perhatian anda pada suara kick, naikan sampai pada titik dimana anda merasa kick dan bass-nya menyatu. Langkah ini kadang terasa susah terutama kalo sound bass-nya kurang bagus, atau si player waktu proses trackingnya gak stabil. Maka biasanya saya tambahkan compressor duluan atau saya melakukan langkah ini sambil menyeting EQ.

9. Barulah kita angkat instrumen-intrumen lainnya seperti rhytm gitar, fill gitar, lead gitar, keyboard dan lainnya seseimbang mungkin. Yang sifatnya lead biasanya lebih menonjol dari yang lainnya tapi jangan juga jadi berlebih.

10. Lalu barulah vocal. Untuk industri musik di Indonesia biasanya perbandingan volume antara vocal dan instrument itu 60/40 bahkan kadang lebih besar lagi. Kalo musik barat biasanya kira-kira sekitaran 50/50 atau terkesan rata.

11. Proses balance sudah selesai, sekarang tambahkan compressor pada track-track yang membutuhkannya terutama pada track yang kedengerannya timbul-tenggelam.

12. Lalu tambahkan juga EQ. Langkah ini hampir selalu dibutuhkan, bukan cuma buat “mengobati “ sound yang gak bagus tapi lebih ke kebutuhan pembentukan sound (sound shaping).

13. Sampailah sekarang pada proses pemberian nuansa yang tujuannya biar mixingan anda gak boring. Kalo 100% dry akan terdengar membosankan tentunya. Langkah ini adalah penambahan effect seperti reverb, delay, chorus dll. Silahkan berkreasi dan “use your imagination”. Tapi ingat, jangan berlebihan atau anda akan kehilangan punch, kecuali anda punya alasan artistik tersendiri.

14. Sekarang mixingan anda sudah punya nuansa, sudah punya space, terdengar seperti di dalam sebuah cafĂ©, atau di sebuah stadium yang bisa menampung 60.000 orang? :nod: , nice… tapi bagaimana dengan dinamika? Jika masih terasa monoton maka anda butuh melakukan automation, misalnya di bagian chorus, gitar rhytm lebih menonjol daripada di bagian verse, atau reverb vocal di bagian chorus lebih besar daripada di bagian verse. Ya sudah, tambahin aja automation.

15. Langkah berikutnya adalah koreksi EQ. Langkah ini juga hampir selalu dibutuhkan karena seringkali ada frekuensi dari sebuah track yang luput dari perhatian kita karena kita terlalu sibuk dengan proses-proses sebelumnya tadi. Cek dengan men-solo-kan track satu per satu.

16. Begitu pula dengan volume fader. Cek dengan men-solo-kan track satu per satu, mungkin ada yang terlalu besar atau justru kurang besar.

17. Istirahat dan cek lagi keesokan harinya. Telinga manusia tidak selamanya jujur terutama ketika kondisi anda sudah kelelahan atau lagi demam :grin: .

18. Sudah cukup tidur? Oke, buka lagi file yang udah di mixing. Dengar lagi baik-baik. Mungkin persepsi anda sudah berubah pada hasil mixingan kemarin. Lakukan refisi disana-sini merupakan ide yang bagus.

19. Kalo udah yakin ya udah, bounce/render/export song to audio file.

20. Putar di tape mobil anda, di kamar anda, di mana saja. Buat catatan yang menurut anda penting sebagai bahan pembelajaran untuk mixingan anda berikutnya. Have Fun!.




Demikian pengetahuan yang bisa saya berikan. Semoga dapat menambah wawasan dalam hal mixing.^.^


(komputek, garputala)

Baca selengkapnya

Looping Dalam Nuendo












Disini saya akan memperkenalkan dan membahas tentang Nuendo3. Digital Audio Workstation yang satu ini memang mempunyai ribuan fitur dan fasilitas yang sangat kompleks. Berbagai kemudahan dan kerumitan proses multitracking tersimpan disana...















Sebelumnya kita sudah membahas apa itu MIDI secara universal, bagaimana dan apa hubungannya dengan Virtual Studio Technology bagi Nuendo 3. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas panjang lebar mengenai “Cycle”. Yah, istilah ini, memang terdengar kurang familiar, namun sebenarnya fungsinya sangat sering digunakan, lebih-lebih kita yang bergerak dibidang musik digital.













Cycle mempunyai artian yang sama dengan looping, yaitu memutar-mutar ulang perbagian atau penuh lagu yang kita inginkan. Dalam banyak perbincangan, inilah yang membuat identik sama antara musik digital dengan Disc Jokey, yang sebenarnya looping hanya merupakan bagian kecil saja dari sebuah proses musik digital. Cycle mempunyai fungsi yang sangat beragam dalam mengaplikasikannya, semisal untuk merekam secara otomatis dengan mengkombinasikan punch in dan punch out, meloncati perbagian lagu saat proses playback, dll.








Dalam melakukan proses looping didalam program Nuendo 3, ada beberapa fasilitas tambahan yang perlu kita tahu terlebih dulu. Bagi beberapa orang mungkin masih belum mengetahui apa itu looping ?… Looping terjadi ketika anda ingin memutar lagu hasil anda yang sudah rekam, kemudian anda ingin mendengarkannya kembali dan lagi, maka yang terjadi adalah anda akan sibuk dan disibukkan dengan meng-klik ulang project cursor yang selalu bergerak.













Beberapa fungsi didalam program Nuendo 3 yang perlu anda ketahui sekitar Cycle.
- Locator, (Gambar 3) mempunyai fungsi memblok bagian bar lagu yang kita inginkan.
- Transport Panel (Gambar 4) berfungsi sebagai shortcut atau penyedia panel-panel yang berhubungan dengan record dan playback track.
- Punch in, (Gambar 5) berfungsi untuk mengaktifkan secara otomatis tombol record ketika project cursor melewati bagian kiri Locator. Dapat diakses dengan shortkey “i”
- Punch out, (Gambar 6) berfungsi untuk menghentikan secara otomatis tombol record ketika project cursor melewati bagian kanan Locator. Dapat diakses dengan shortkey “o”















Playback dengan Cycle

Anda dapat memutar dan menghentikan playback dengan cara ini, tanpa harus memindahkan secara manual cursor pada lokasi bar yang anda inginkan. Bagaimanapun, cara ini lebih praktis untuk mem-playback bagian rekaman anda dan bagian yang ingin anda putar berulang-ulang.

1. Klik pada bagian track yang sudah direkam (Audio track maupun MIDI track), hanya untuk memastikan track yang anda inginkan sudah dipilih.
(Pada track yang sudah di-Klik akan muncul garis merah (red border) yang mengelilingi setiap samping track)

2. Pilih pada pada toolbar menu Transport dan kemudian pilih “Locator to Selection” atau dengan menggunakan shortkey “P”.
(Dengan begitu bagian kiri dan kanan locator akan men-setting secara otomatis pada awal dan akhir track yang anda “Klik” . Anda juga dapat men-settingnya dengan cara menggeser secara manual)

3. Klik tombol Cycle pada Transport panel (F2) hingga aktivasinya menyala menjadi biru.






4. Gerakkan project cursor pada bagian awal track dan kemudian “Play”.
(Aktifkan proses playback, ketika project cursor akan menyentuh track pada bagian akhir locator sebelah kanan, akan secara otomatis meloncat kembali pada locator sebelah kiri dan terus melanjutkan proses playback dan seterusnya. Saat anda selesai, klik tombol “Stop” pada Transport panel (F2)).
Dalam prakteknya, Cycle atau yang dikenal dengan looping, digunakan dalam menganalisa kembali hasil rekaman yang sudah dilakukan, juga biasa digunakan sebagai bahan dasar untuk menambahkan melody atau instrumen lain guna menyempurnakan proses rekaman. Bagi sebagian genre musik, looping digunakan untuk mengeksplorasi suara efek, beat drum sebagai pemicu hentakan semisal musik DJ, dan beberapa aplikasi yang lain. Masih banyak lagi yang dapat kita lakukan dengan fasilitas Cycle ini.



Demikian informasi tentang Nuendo3 dari saya.Semoga bermanfaat...^.^




Kalian juga dapat download tutorial nuendo3 yang lainnya disini :

1. Tutorial Nuendo Part1 : Setting Nuendo
2. Tutorial Nuendo Part2 : Komponen Layar Nuendo
3. Tutorial Nuendo Part3 : Editing Tool Nuendo
4. Tutorial Nuendo Part4 : Merekam Data MIDI
5. Tutorial Nuendo Part5 : Gitaris dan Bassis Virtual
6. Tutorial Nuendo Part6 : Drummer dan Keyboardist Virtual
7. Tutorial Nuendo Part7 : Mengedit MIDI




(komputek)
Baca selengkapnya

[About Game] Guitar Pro v1.5.2 - Android game for tablet or phone. Its Free!

aplikasi Guitar Pro mengajak semua gitaris untuk bermain, dan menulis tablature dengan mudah dan benar dari mobile device.

Guitar Pro tab-editing versi mobile ini adalah golongan ideal untuk kamu yang berlatih lagu-lagu favorit kapan saja...


Sebuah arpeggio, riff, atau sebuah urutan chord sedang kamu ingat ingat didalam kepalamu? Kamu dapat mencatat dan simpan semuanya pada menu single-track tablature NotePad. 



Fitur utama :

✓ Supporting GP3/4/5 and GPX (Guitar Pro 6) formats,

✓ Reading music scores purchased on the portal mySongBook,
✓ File import via USB, web server and file browser,
✓ Built-in file library with search, filter, and favorite,
✓ Multitrack playback with soundboard: volume, solo-mute, soundbanks,
✓ Metronome and visual countdown,

✓ 3 levels of zoom,

✓ Guitar or bass fretboard (for right- and left-handers), and virtual keyboard.


Fitur Guitar Pro exclusive :

✓ Single-track tablature NotePad,
✓ Instant tempo changes,

✓ Global transposing by half-tones,
✓ Tab, standard and slash notation,
✓ Sending files via e-mail from the application,
✓ Exporting files to GP format,
✓ Playing any selection in loops,
✓ Adjustable sound quality
✓ Simplified navigation between sections.


Direct Download Guitar Pro v1.5.2 - Android apk game for tablet or phone (support android 2.2 dan diatasnya)
APK FILE: KLIK DISINI



(source : android-max-apk)

Baca selengkapnya

About Tips: Merawat Gitar/Bass

Gitar/bass yang bersih mengkilap dari debu serta senar tanpa karat pastinya lebih nyaman & enak dimainkan daripada gitar/bass yang kotor, berdebu dan senar karatan. Jadi, gimana caranya biar gitar/bass yang kita punya bisa nyaman dipakai dan enak dilihat ??? dengan perawatan gitar tentunya guys… Langsung aja gak pake cara mahal beberapa tips merawat gitar/bass....^^
:

  1. Bersihkan senar minimal 3 minggu sekali dengan mengunakan kain halus untuk menghindari karatan, biasanya karat pada senar timbul karena adanya keringat yang menempel pada senar. (n.b.: apabila kita tidak rajin membersihkan senar, akan timbul karat di senar yang menyebabkan suara menjadi fals)
  2. Bersihkan senar dengan cara di lap dengan bahan kaus yang lembut. dan untuk hasil yang maksimal basahi dengan cairan string cleaner (pembersih senar) khusus yang tersedia di toko-toko musik. Bersihkanlah senar di seluruh bagian senar.
  3. Selain membersihkan senar, kita juga perlu mengendurkan senar bila tidak dipakai lama. Ini bertujuan agar neck tidak bengkok. Senar yang disetel adalah tali yang ditegangkan, dan penegangan ini akan menarik dua sisi yang menegangkan. Tarikan akibat ketegangan lini bisa membengkokkan neck, walau kemungkinannya kecil.
  4. Bersih kan body gitar menggunakan kain halus dan untuk membersihakan debu2 pada fret atau bagian yang susah dijangkau bisa menggunakan kuas cat (n.b.: jika memakai cairan pengkilap lebih baik jangan menggunakan cairan semacam kompoun,karna bisa merusak cat body dan gunakan cairan khusus cat body gitar)
  5. Meletakkan gitar / bass yang benar adalah terlentang, dengan bagian neck bersenar menghadap ke atas. Biasanya, setelah kita memainkan, orang akan meletakkan gitar / bass dengan berdiri, yakni posisi ujung neck bagian atas ditempelkan di dinding atau diletakan miring di lantai.Hal ini sangat tidak baik untuk gitar / bass karena akan membuat neck bengkok perlahan-lahan. Bila Anda memiliki studio atau panggung pertunjukan yang berisikan alat-alat musik, ingatkan kepada segenap pemain agar meletakkan gitar / bass dengan benar.
  6. Kalau Senar sudah karatan sebaiknya gantilah. Jika tidak, bukan hanya tidak enak dimainkan, tapi suaranya juga menjadi tidak karuan, dan merusak fret. Selain itu, jari-jari kita juga bisa sakit. Belum lagi kalau senar itu putus dan kemudian melukai tangan kita.
  7. Biasakan ganti senar satu set, tapi kalo yang putus cuma satu, usahakan ganti senar yang sejenis agar suaranya tetep nyambung dengan senar yang lain.
  8. Simpan gitar ditempat yang kering dan tidak lembab dan jika gitar dibawa kemana2 sebaiknya empatkan pada softcase atau lebih bagus lagi hardcase untuk menghindari goncangan, benturan dll.
Ada tips lagi untuk meremajakan khusus senar bass , yaitu sebagai berikut :

  1. Pertama untuk memudahklan pengerjaan sebaiknya lepaskanlah semua senar dari bass 
  2. Bila pada senar bass terdapat banyak karat yang menempel maka hilangkanlah karat tersebut dengan merendam seluruh senar di dalam minyak tanah atau solar kemudian diamkan selama 30menit sampai satu jam, usahakan seluruh permukaan senar terendam dengan sempurna. 
  3. Setelah senar selesai direndam dalam minyak tanah maka biasanya karat akan mudah dilepaskan, lepaskanlah karat dengan menggunakan ampelas khusus untuk besi, lakukanlah sampai semua karat dapat terlepas dari senar.
  4. Bersihkanlah sisa-sisa karat dan minyak yang menempel pada senar dengan menggunakan lap kering dan bila perlu jemurlah senar di terik matahari. 
  5. Siapkan air ke dalam panci lalu letakkan di atas kompor yang menyala, sambil menunggu air mendidih gulunglah masing-masing senar sehingga membentuk lingkaran agar mudah dimasukkan ke dalam panci.
  6. Setelah air mendidih masukanlah seluruh senar ke dalam panci, pastikan seluruh senar terendam dalam air, lalu diamkan selama kurang lebih satu jam.
  7. Setelah menunggu satu jam angkatlah senar dari rebusan air kemudian tiriskan atau diangin anginkan sampai kering.
  8. Apabila seluruh senar telah kering dan dingin maka senar sudah dapat dipasang kembali. cobalah memainkan senar bass, biasanya suara senar akan sedikit lebih baik dari sebelumnya. 

Notes: Jangan suka membanting gitar / bass guys.. karena akan memengaruhi suara dan bodi. Dan pastinya gitar / bass merupakan alat musik yang lumayan mahal, ( kecuali gitar mainan.. xoxoxo ) Jadi rawatlah gear kalian sebaik mungkin.. he he ^^

Demikian tips yang saya berikan. Selamat mencoba & semoga bermanfaat guys...


Kunjungi juga link dibawah untuk cara setting trust rod pada bass yang bengkok :
Cara Setting Bass Yang Bengkok


(donza prdna, indo manwar, servisaltmskdonto & diodarock)
Baca selengkapnya

Navicula : Bali's grunge evolution!

Navicula didirikan tahun 1996 di Denpasar, Bali oleh dua aktivis musik: Robi dan Dankie. Setelah melewati beberapa kali pergantian personil di tahun-tahun awal band ini dibuat, hingga terbentuklah formasi terkini yang terdiri dari: Rob (vokal, gitar), Dankie (gitar), Made (bass) dan Gembull (drum).
Nama Navicula diambil dari nama sejenis ganggang emas bersel satu, berbentuk seperti kapal kecil (dalam bahasa Latin, Navicula berarti kapal kecil).
Band ini mengusung grunge sebagai warna dasar musik mereka, berpadu dengan beragam warna etnik, psychedelic, blues, alternatif, folk, progresif, dibalut rock murni. Liriknya sarat dengan pesan aktivisme dan semangat tentang Perdamaian, Cinta dan Kebebasan.


Navicula lebih dikenal aktif sebagai band indie musik, walau sempat kontrak dengan major label Sony-BMG di tahun 2004. Bersama Sony-BMG, Navicula merilis album ke-4 mereka yang berjudul, Alkemis. Namun di tahun 2007, album ke-5 mereka, Beautiful Rebel, dirilis secara independen dan band ini kembali mengobarkan semangat idealisme mereka melalui jalur indie.
Musik Navicula dipengaruhi kuat oleh alternatif rock 90-an, terutama grunge / seattle-sound dari band-band macam Soundgarden, Pearl Jam, Alice in Chains, dan Nirvana. Namun, yang membuat musik mereka menjadi sedemikian unik adalah pekatnya pengaruh budaya Bali saat ini sebagai melting-pot dunia (tempat bercampurnya beragam budaya), dan kesempatan untuk berkreasi di suatu kondisi yang sangat kontras ini.
Melalui percampuran banyak elemen, dari budaya spiritual klasik Bali, pengaruh para seniman internasional yang menetap di Bali untuk menimba inspirasi, dan modern kultur di sejumlah internasional spot yang ada di Bali, band ini memperoleh rasa asli mereka, rasa ‘golden green grunge’, rasa Navicula.






(robie in action)





Artis Detail:
Nama: NAVICULA
Tanggal/Tahun Berdiri : 1996
Genre: Grunge, Psychedelic, Alternative
Personel:
  • Robi (gitar & vokal)
  • Made (bas)
  • Dankie (gitar)
  • Gembull (drum)

Contact:
Manager/Contact Person: Robi
Ponsel.: 081 2361 9603
E-mail: navic
ulabali@gmail.com
Website/Myspace/Friendster: www.myspace.com/naviculabali
Address: Jl. Sekar Sari gg. VII no. 3, Padanggalak, Sanur, Bali – Indonesia

Diskografi
Album Penuh;
1. Self-Portrait
Produser: Navicula
Label: Mendung Troops
Rilis: 1999
2. K.U.T.A. (Keep Unity Thru Art)
Produser: Navicula & The Beat mag
Label: The Beat mag
Rilis: 2002
3. Navicore NeoRock Club (EP)
Produser: Navicula
Label: Navicula
Rilis: 2003
4. Alkemis
Produser Jan Djuhana & Navicula
Label: Sony Music Indonesia
Rilis: 2005
5. Beautiful Rebel
Produser: Navicula
Label: Electro Hell Records
Rilis: 2007
Album Kompilasi:
1. Underdog Society
Label: Underdog – Bali
Rilis: 1998
2. Total Feedback Grunge Compilation
Label: Total Feedback – Jakarta
Rilis: 2002
3. Not For You
Label: Rebel – Jakarta
Rilis: 2006
4. Skipped Tracks
Label: Trendsetter mag – Bali
Rilis: 2006
5. Noise vs Noise
Label: Blackmouse – Jakarta
Rilis: 2007
6. Raw & Rare
Label: Rolling Stone Indonesia – Jakarta
Rilis: 2007
7. ARS ~ Moshpit Mavericks
Label: The Blado Beatsmith
Rilis: 2007
Additional Info:
Influenced by: Nirvana, Pearl Jam, Soundgarden, Iwan Fals, Radiohead, Jimi Hendrix, Alice In Chains
Gigs Terbaik:
  1. Soundrenaline Bali 1, 2 & 3
  2. The Beat Rock Fest, Bali
  3. Marlboro Tour 6 Kota, Bali
  4. Colors Pub, Surabaya
  5. The Rock Cafe, Jakarta, 2007

sumber: groofiee
Baca selengkapnya

Mengenal Teknik Arpeggio / Sweep Pada Gitar

Kali ini saya akan memberikan penjelasan sedikit deskripsi tentang teknik arpeggio/sweeping pada gitar, silakan dicoba bro, teknik ini memang teknik tinggi pada gitar, dan sangat sulit dipelajari, karena kita harus sering-sering melakukan latihan. Mungkin kalian ada yang belum tahu apa itu arpeggio. Arpeggio adalah notasi sempurna dari sebuah chord yang dipetik secara bergantian, sebenarnya bukan hal yang rumit,
karena jika kamu mainkan pada sebuah gitar akustik kemudian kamu mainkan chord sempurna atau banyak orang selalu dan biasa menyebutnya dengan kata chord balok atau not balok. Kemudian kamu strum ato petik, maka hal itu sama dengan arpeggio pada gitar listrik sendiri apalagi pada musik neoklasikal banyak menerapkan arpeggio, karena mereka memang banyak mengambil dari notasi pada biola, seperti contohnya yngwie malmsteen, jason becker, impelliteri, dkk


|———————–7(turun)–12(naik)p7——————|
|——————–8(turun)—————-8(naik)—————|
|—————–9(turun)———————-9(naik)———–
|————–9(turun)—————————-9(naik)———
|7(turun)–10(naik)————————————10(naik)–7(turun)–|
|——————————————————————


Tulisan naik-turun dalam kurung adalah contoh dari pergerakan pick. Ini salah satu contoh arpeggio dari not e minor dan ternyata not dari arpeggio e minor tersebut sama dengan chord e minor, dimana arpeggio ini cara memetiknya dilakukan dengan gerakan sapuan (sweep), kecuali jika ada 2 not dalam satu senar maka memetiknya tetap dengan cara alternate yaitu naik-turun, dalam memetik arpeggio ini sebaiknya dilakukan perlahan dulu, dan yang paling penting adalah not satu dengan yang lainnya harganya harus sama, jangan not satu lebih cepat kemudian not lainnya lebih lambat.

Sweeping adalah bagian dari arpeggio, biasanya yang dipetik adalah 3 senar bawah dari arpeggio.
Baca selengkapnya

Teori gitar scale dan chord dasar



Teori gitar scale dan chord dasar . Pengertian Scales
Kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia maka ’scales’ akan menjadi ’skala’, tetapi saya kurang ’enak’ memakai istilah ’skala’, karena kita cenderung untuk mengasosiasikan dengan pengertian yang berbeda. Ok, apa itu Scales?
Scales adalah kumpulan dari beberapa nada yang dipolakan dalam kombinasi wholetones dan semitones
Dari pengertian di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa scales itu sifatnya teratur, baku dan tidak berubah-ubah. Satu oktaf terdiri dari 12 nada, jika dimainkan disebut chromatic scale. Dalam musik ada beberapa jenis scales yang dipakai..
kita mulai bahas dari yang pertama:


Major Scales
Major scales mempunyai pola: wholetone-wholetone-semitone-wholetone-wholetone-wholetone-semitone atau 1-1-1/2-1-1-1-1/2. Misalnya, major scale dalam C adalah C-D-E-F-G-A-B-C. Bagaimana bisa mendapatkan huruf-huruf (baca: not-not) itu. Berdasarkan penjelasan tentang tuts dan jarak masing-masing tuts, maka kita akan hitung mulai dari C (karena didalam C major scale). Dari C naik wholetone didapatkan D, dari D naik wholetone didapatkan E, dari E naik semitone didapatkan F, dari F naik wholetone didapatkan G, dari G naik wholetone didapatkan A, dari A naik wholetone didapatkan B, dari B naik semitone didapatkan C’.


Minor Scale
Setiap major scale punya sebuah relative minor. Relative minor dari C major adalah A minor. A adalah nada ke-6 dari C major scale, maka dalam relative minor scale selalu dimulai dari nada ke-6 dari Major scalenya.
Minor scales mempunyai tiga macam varian, yaitu:

1. Natural Minor, dimulai dengan nada ke-6 atau A, menjadi A-B-C-D-E-F-G-A. Scale intervalnya (menggunakan # dan b): 1-2-b3-4-5-#5-b7-1′. Scale ini cukup umum dan sering dipakai untuk lagu-lagu pop, rock, country.

2.Harmonic Minor, sama dengan natural minor, hanya nada ke-7 dinaikkan semitone menjadi A-B-C-D-E-F-G#-A. Scale intervalnya: 1-2-b3-4-5-b6-7-1′. Scale ini biasanya digunakan pada lagu-lagu latin, jazz dan tradisiona

3. Melodic Minor, sama dengan natural minor, hanya nada ke-6 dan ke-7 dinaikkan semitone menjadi A-B-C-D-E-F#-G#-A dan dinaturalkan menjadi A-G-F-E-D-C-B-A ketika kembali dari atas ke ke bawah. Scale interval ketika naik: 1-2-b3-4-5-6-7-1′, ketika turun: 1-b7-b6-5-4-b3-2-1



Pentatonic Scale
1. Major Pentatonic Scale, scale yang mengandung lima not yang sama dengan major scale. Nada ke-4 dan ke-7 dihapus dan menjadi C-D-E-G-A-C. Scale intervalnya: 1-2-3-5-6-1′

2. Minor Pentatonic Scale, scale yang mengandung lima not yang sama dengan natural minor scale, tapi nada ke-2 dan ke-6 dihapus menjadi A-C-D-E-G-A. Scalenya intervalnya: 1-b3-4-5-b7-1′
Kedua scale ini sering dipakai dalam lagu-lagu pop, kanton, jazz, dll.

Blues Scale
Scale yang mengandung enam nada yang sama dengan minor pentatonic scale, tapi ditambahkan dengan # dari nada ke-3 dalam A blues scale atau nada ke-4 dalam A major scale (yaitu nada D) menjadi A-C-D-#D-E-G-A. Scale intervalnya: 1-b3-4-b5-5-b7-1′.

selamat berpikir... (kata mas jin kura2) ha ha

Hampir semua penjelasan (dari mas jin kura2) didasarkan pada C major scale. Pertanyaannya, “Apakah dapat diaplikasikan ke not yang lain”? Tentu saja bisa dan dijamin tidak fals, asal mengikuti aturan yang benar.
Tabel berikut adalah C Major Scale yang diperpanjang lebih dari satu oktav, menjadi:
C
D
E
F
G
A
B
C’
D’
E’
F’
G’
A’
B’
1
2
3
4
5
6
7
1′
2′
3′
4′
5′
6′
7′






























Untuk G = G-A-B-C-D-E-F#
1-2-3-4-5-6-7
UNTUK chord G major bisa jadi = 1-3-5 = Gmajor
untuk bentuk seperti G7, Gminor bisa dilihat dari tabel diatas, untuk chord lainnya bisa juga menggunakan rumus tabel diatas.. Demikian sebuah artikel tentang Teori gitar scale dan chord dasar (dari om jin kura2 tentunya) Semoga membantu.. dan terima kasih sepenuhnya untuk om jinkura2... :)



by jinkura2

Baca selengkapnya

Endank Soekamti : Pejantan tambun dari Jogja!

Berawal dari keisengan & banci tampil, Erix mengajak Ari & Dori untuk memikat lawan jenis dengan nge-jam di sebuah event di malam pergantian tahun. Aplaus segelintir orang yang memadati Java Café Yogya menggema setiap lagu selesai dimainkan.
Setelah itu...
mereka mulai latihan di studio untuk persiapan mengikuti beberapa acara lokal. Anehnya mereka tidak pernah lolos seleksi & berakhir sebagai penggembira. Merasa dendam & tak puas sebagai penonton, mereka merubah strategi dengan membuat 2 lagu demo, setelah itu melakukan pendekatan ke radio-radio. Alhasil 2 lagu mereka sukses diputar di radio-radio & berbuah album kompilasi. Berkat lagu yang tiap pagi siang & malam mereka request sendiri di radio sebagai pancingan, Yogyakarta pun pelan-pelan mulai mengenal Endank Soekamti sampai akhirnya tiba juga banyak orang suka & me-request lagu mereka.. Boomm!!! 6 bulan menjadi top request. Endank Soekamti meroket di kota sendiri. Mulai dari situ tawaran manggung tidak pernah sepi… Bahkan hampir semua event lokal di kampus-kampus menampilkan mereka sebagai bintang tamu.





















Belum puas dengan botol sebagai bayaran, mereka memutuskan untuk berjuang menuju industri musik nasional. Di akhir tahun 2002 mereka mencoba membuat demo secara digital recording di rumah sendiri untuk dikirim ke label-label besar di Jakarta. Karena bosan menunggu tanggapan dari Jakarta, Erix-Dory-Ari melakukan diskusi dengan senior-senior musisi di Yogya, di situlah Pongky Jikustik dan Tony traX terinspirasi untuk membuat sebuah label & merekrut Endank Soekamti sebagai artisnya.























____________________________
ARTIST DETAILS
Nama: ENDANK SOEKAMTI
Tanggal/Tahun Berdiri : 1 Januari 2001
Genre: Punk Rock
Personnel:
1. Erix Soekamti (bas, vokal)
2. Dory Soekamti (gitar, vokal)
3. Arie Soekamti (drum)
CONTACT
Contact Person : Mr. Ulog
Ponsel/Telp.: 0818468932
E-mail: endanksoekamti@yahoo.com
Website/MySpace/Friendster: www.soekamti.com
Address:jln P. Puger no. 19b Pugeran, Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta
DISKOGRAFI
2001 Geronimo (kompilasi Radio Geronimo)
2003 Kelas satu (Proton Records)
2005 Pejantan tambun (Warner Music Indonesia)
2007 Zzzttt!!! (Warner Music Indonesia)
2008 Soekamti.com  (Nagaswara)
2012 Angka 8 (Euforia Records)

ADDITIONAL INFOS
Influenced by: Blink 182, Green Day, MxPx & band-band rock Indonesia
__________________________


(courtesy : musikator & Soekamti.com)
Baca selengkapnya

About Finch

Finch.... sebuah band rock asal Amerika dari Temecula, California. Setelah menyatakan sebuah album berjudul "hiatus" pada tahun 2006, mereka direformasi pada tahun 2007, pada saat itu memainkan acara reuni pada tanggal 23 November di Rumah Kaca di Pomona, California.






Saat ini, band ini telah merilis dua EP (Falling Into Place, Finch), dan dua full-length album, What It Is to Burn dan Say Hello to Sunshine. Mereka sekarang dalam proses menulis dan merekam demo album ketiga mereka, dengan track seperti "Christine", "Hail to the Fire", "Lip Readers" dan "Starshit Enterprises."


Sejarah awal

Finch dimulai pada akhir 1990-an, awalnya di bawah nama Numb. Hal ini berpikir bahwa Numb Deftones adalah band penutup, meskipun Finch sejak membantah klaim ini, mengacu pada desas-desus sebagai "salah mengutip yang menghantui kami selama bertahun-tahun." segera menambahkan gitaris band Randy "R2K" Strohmeyer lineup mereka sebagai band ini masuk ke Drive-Thru Records. Kelompok kemudian secara resmi berganti nama menjadi Finch dan merilis EP pertama "Falling into Place" pada tahun 2001. EP terjual lebih dari 6.000 eksemplar dalam waktu beberapa bulan dari rilis.


What It Is to Burn (2002)

Setelah merilis Falling Into Place pada tahun 2001, Finch bekerja sama dengan produser Mark Trombino dan teman Jascha G. untuk merilis debut album, What It Is to Burn. Album ini melahirkan tiga single, judul lagu "What It Is to Burn", "Letters to You" dan "New Beginnings" serta pemujaan favorit "Post Script" yang juga termasuk dalam angsuran pertama dari Atticus: ...Dragging the Lake sampler. Album menerima tinjauan yang beragam dari para kritikus, namun secara umum diterima dengan baik. Setelah berkeliling ke beberapa bagian dunia, band kembali ke studio, menulis dan merekam materi baru untuk album kedua mereka.

Say Hello to Sunshine (2005)

Selama rekaman waktu band ini sebagian besar jatuh dari mata publik, dan band yang dihadapi beberapa perubahan untuk rekaman album kedua mereka, Say Hello to Sunshine. Grup yang juga mengalami perubahan besar pertama dengan pergi melalui tiga rekaman yang berbeda, Drive-Thru Records dan MCA Records, yang kemudian dibeli oleh Geffen Records sebelum rilis. Pendiri anggota band drummer Alex Pappas keluar dari band karena perbedaan musik, ia digantikan oleh Marc Allen. Pappas bentuk kemudian Redgun Radar. Band ini mengambil waktu mereka merekam album dan lagu sering dihapus untuk merekam baru. Finch akhirnya merilis Say Hello to Sunshine pada 7 Juni 2005. Single pertama dari album ini "Bitemarks dan Bloodstain" dan lagu itu menjadi pertama yang ditulis untuk album ini. Dalam sebuah wawancara Nate Barcalow menyatakan bahwa "Bitemarks membuat transisi antara yang lama dan suara yang baru."

Setelah merilis Say Hello to Sunshine, beberapa fans dibiarkan kecewa dengan perubahan musik tajam dalam album baru. Namun, keberangkatan dari "What It Is to Burn" dipuji oleh banyak orang, sebagai band yang lebih otentik memperkenalkan post-hardcore gaya musik mereka.


Selama istirahat, para anggota Finch masih tetap aktif. Marc Allen bergabung dengan sebuah band dengan saudaranya, Adam, yang disebut Helen Earth Band. Randy Strohmeyer memulai sebuah proyek sampingan bernama Gazillionaire, dan juga dikelola berbagai band indie rock. Mantan drummer, Alex Pappas, bermain drum di Redgun Radar sampai mereka bubar pada 2007, kemudian bermain drum untuk The Guana Batz. Nate Barcalow memulai sebuah proyek sampingan bernama Cosmonaut, Alex Linares melanjutkan pendidikan dan Derek Doherty terlibat dalam industri real estate.


Reformation (2007)

Pada Agustus 2007, Finch mengumumkan bahwa mereka tertarik dalam membuat Finch live DVD dengan cuplikan dan video musik. Mereka meminta para penggemar untuk memberi mereka rekaman yang mereka miliki. Belakangan tahun itu, pada 25 Oktober, gitaris Randy Strohmeyer posting blog di Finch's MySpace mengatakan:

Finch IS BACK! IT'S TRUE!! Aku tidak bisa lebih bersemangat untuk mengkonfirmasi berita. Kami sedang bermain sehari setelah Thanksgiving November 23. Silakan menantikan untuk rincian lebih lanjut. Aku mencintai kalian semua. Aku sangat bahagia!! Terima kasih untuk membaca, Silakan silakan datang! - R2K

Linares gitaris Alex juga meyakinkan para penggemar melalui interaksi pribadi bahwa "kita pasti akan menjadi "Finch" selama lebih dari satu malam ... janji!" Telah dipelajari melalui komentar yang dibuat oleh anggota asli yang tersisa dari Marc Allen Finch yang berjalan terus dan mereka akan "terus truckin 'tanpa dia."

Band ini sekarang memiliki tempat di situs web Modlife, di mana pengguna dapat berinteraksi dengan band melalui video feed, membaca blog, menonton video, dan banyak lagi. Melalui Modlife, materi baru band ini selalu update untuk penggemarnya.



Finch (EP) dan album baru (2008-sekarang)

Pada awal 2008 Finch memulai tur reuni mereka. Selama tur ini, band ini memainkan lagu baru berjudul "Chinese Organ Thieves" dan mengumumkan kepada peserta bahwa lagu baru akan ditampilkan pada album baru mereka nanti karena tahun itu. Dalam tur lebih lanjut, seperti Give It A Name festival, dan The Bamboozle dengan beberapa judul tanggal sekitar "Give It A Name" dengan "Armor for Sleep" dan "Envy on the Coast", Finch memainkan lagu-lagu baru "Daylight" dan "Grizzong" (From Hell berikut yang termasuk EP). Diri EP berjudul dirilis secara digital pada 22 Juli dan kemudian ke Hot Topic stores pada 1 Agustus 2008.

Sejak Oktober 2008, band ini telah menulis lagu baru mereka untuk yang akan datang, saat ini album ketiga tanpa judul(Untitled). Proses perekaman telah dikonfirmasi, namun tidak ada rilis tanggal atau tanggal selesainya. Sejak Maret 2009, Finch di studio untuk merilis album sebelum akhir tahun. Menurut Twitter posting album baru bahkan lebih gelap dari Say Hello To Sunshine dan tidak akan seperti "What It Is To Burn Bagian 2". Mereka sekarang dalam proses demoing beberapa lagu untuk usaha studio ketiga mereka, dengan nama-nama lagu seperti "Bad News Bears", "Surph's Up", "Christine II", "MasterBlaster" dan "Fastimes di Shitmont hi-fi", "What's Up Dengan William Rupp Getting Fucked Up Dengan Billy Crudup?". pada bulan Mei 30, 2009, Finch posting demo lagu mereka "Hail to the Fire" pada halaman Myspace mereka.

Pada bulan Juni 2009, band ini meluncurkan situs baru mereka dengan 2008 mereka berjudul EP self-titled untuk download gratis dalam beberapa format. Dengan pembukaan situs baru, "Live in Tokyo" akan dirilis untuk di-download.

Mereka memainkan lagu baru "Souls For Sale" live. Pada 23 Juni, mereka mengumumkan bahwa 2 demo baru berjudul "Beverly Chillbillies" dan "Glitter". Pada 25 Juni mereka memainkan 3 lagu baru lain di Glass House di Pomona.

Mereka judul yang Atticus Tour 2009, dengan Co Headliners blessthefall, bersama dengan band-band Vanna, Of Mice & Men (band), Drop Dead, Gorgeous, dan Lets Get It


Members

* Nate Barcalow: lead vocals (1999–present)
* Randy "R2K" Strohmeyer: guitar, backing vocals (1999–present)
* Alex "Grizz" Linares: guitar, backing vocals (1999–present)
* Drew Marcogliese: drums, percussion (2007–present)
* Daniel Wonacott: bass guitar, backing vocals (2007–present)


Former

* Alex Pappas: drums, percussion (1999–2004)
* Derek Doherty: bass guitar, vocals (1999–2006)
* Marc Allen: drums, percussion, backing vocals (2004–2006)



Non-album tracks and other songs

* "A Song For You" ("Ender" Demo)
* "Apologetic Theory"/"Mr. Kendell"
* "Bury Me"
* "Song 3"
* "Frail"
* "Once Upon My Nightstand"
* "Worms Of The Earth" (Underworld Soundtrack)
* "Gak 2" (Say Hello to Sunshine UK Bonus Track)
* "Spanish Fly" (Say Hello to Sunshine Japan Bonus Track)


Cover songs


* "Mad World" (Tears for Fears Cover)
* "Dumb" (Nirvana Cover)
* "Stars" (Hum Cover)
* "With or Without You" (U2 Cover)
* "Say It Ain't So" (Weezer Cover)
* "Butterfly" (Weezer Cover)
* "When the Lights Go Out" (Dead Bands Party: A Tribute to Oingo Boingo)
* "The Gentle Art of Making Enemies" (Faith No More Cover)
* "Stuck On You" (Failure Cover)
* "Where Is My Mind?" (Pixies cover)
* "Karma Police" (Radiohead cover)
* "Bury White" (Far cover)
* "Condemnation" (Depeche Mode cover) (Acoustic)
* "Season of the Witch" (Donovan cover) (Acoustic)


(wikipedia ensiklopedia)


Baca selengkapnya

Seputar Indonesian Idol : "Dion Senang Dapat Lagu Selingkuh Pertama di Indonesia"

JAKARTA - Di pergelaran Indonesian Idol 2012 minggu kemarin (Jum'at, 25 mei 2012) Dion menyanyikan lagu "Aku Cinta Kau dan Dia" yang dipopulerkan Ahmad Band.
Dion menyebutnya sebagai lagu selingkuhan pertama kali di Indonesia. Dia mengaku senang..
  mendapat kepercayaan membawakan lagu hasil pilihan Ahmad Dhani itu.

"Lagu yang aku nyanyikan itu sebagai lagu pertama perselingkuhan di Indonesia. Judul lagunya 'Aku cinta kau dan dia' itu lagu selingkuhan pertama di Indonesia. Karena lagu selingkuhan selanjutnya baru ada, seperti lagunya Sheila On 7, 'Sephia," kata Dion yang ditemui di studio RCM di kawasan Pondok Indah, belum lama ini.

Saat itu Dion senangnya dua kali karena juga mendapatkan hadiah istimewa dari Dhani berupa CD album The Swinger yang tak lain album Ahmad Dhani di musik swing.

"Lagi nungguin giliran latihan, duduk di pojokan gitu, pas dia liat aku nanya. 'Dion, kamu sudah punya album ku yang swing belum?' Aku bilang,'Belum mas.' Dia langsung panggil asistennya buat ambilin CD itu. Ya sudah dikasih The Swinger, mantap. Tapi sebelum latihan minta tanda tangan dia dulu," tutur dia.

Selain lagu itu Dion juga bawakan lagu lainnya berjudul "Rahasia Perempuan" yang dipopulerkan Ari Lasso.
(tre/okzne)
Baca selengkapnya

Si Seksi Kim Pesaing Baru Vicky Shu

JAKARTA - Tampilan Kimmi (Kim) bisa "menghantui" pikiran para pria yang melihatnya. Bodi dan kemampuan vokalnya cukup memiliki alasan bisa “menjual” di industri musik dengan konsep seksi dengan fesyen yang memikat.
Lihat saja video klip Kim yang berjudul “Love Me”..
  mengingatkan kita pada grup idola dari Korea Selatan atau biasa disebut K-Pop yang menampilkan tubuh dan wajah “sempurna”.

Wajar juga jika banyak yang menjadikan Kim inspirasi sebagai sosok yang cantik dan enerjik. Kim mengaku, dia telah memiliki penggemar cukup banyak, apalagi di Twitter.

“Sebutan fansku Kimmimewa dan biasa mereka manggil aku itu princess Kimmi atau miss Limit karena kalau on twitter langsung kan tuh diserbu mentions. Nah, pas balesin satu hari bisa sampe 7x limit.Hehehe,” tuturnya saat ditemui di Jakarta belum lama ini.

Kim juga merasa senang dijuluki artis yang paling ramah oleh para Kimmimewa.“Arti Kimmimewa sendiri, Kimmi itu istimewa untuk para fansnya dan begitupun sebaliknya fans itu sangat istimewa utk Kimmi,” ungkapnya.

Kim menelurkan album mini bertajuk Kimmi & D’Guardians yang terdapat lima lagu di dalamnya. Beberapa musisi yang membantu membuat lagu-lagunya adalah Bemby Noor, Opik Manaf, Rama Manaf, Irwan Simanjuntak, Risna Ories, dan Tyo Adrian.

Saat disinggung musikalitasnya mirip dengan Vicky Shu, Kim menjawab dengan santai.
“Kita punya konsep yang beda pastinya. Vicky punya penggemar yang banyak, begitu juga aku. Kita bersaing sehat saja,” ujarnya. (tre/okzne)
Baca selengkapnya

Alone At Last : "Yang akan menentukan culture Musik EMO itu sendiri adalah media massa"

Emotion yang berarti emosi adalah sebuah bentuk pengungkapan jiwa. Bermain musik dapat dikatakan sebuah pengungkapan jiwa dari karakter yang memainkannya. Seiring perkembangan jaman menghadirkan sebuah bentuk perpaduan dari aliran musik dan menciptakan sesuatu aliran atau trend bermain musik yang baru dan dikatakan oleh media sebagai Musik EMO...
Diartikan dari akronim Emotional. Sebagian orang mengatakan Musik EMO sebagai perpaduan dari permainan musik Hardcore dan Punk. Penamaan Musik EMO sendiri diberikan oleh kalangan media dan bisa jadi musik EMO sedang trend2nya saat ini.
Ketika itu emotional-pun datang untuk mencari tahu karakter musik EMO itu seperti apa ? Pada kesempatan ini Alone at last sebuah band dari Bandung yang lagi hangat-hangatnya dikalangan pemusik EMO akan menjelaskan keberadaan Musik EMO itu.



Guruh : Sejarah Alone at last ? Dari komunitas atau teman main ?
Alone at last : Awalnya dari menghidupkan sebuah Band bernama Halte yang hingga sekarang Halte-pun gak jelas. Bahe (gitaris) yang gak bisa diam untuk terus bermain band. Iseng - iseng mencoba membuat Band baru dengan mengajak teman-teman lama dan membawakan lagu-lagu Band lain pada awalnya.

 


Guruh : Resmi terbentuk ?

Alone at last : Kita gak tahu kapan resminya yang pasti ketika acara Free at last. Itu adalah manggung pertama kalinya Alone at last pada Tahun 2003.
Guruh : Mengapa dan dari segi mana Alone at last memainkan musik EMO ? Apakah memainkan musik EMO menjadi kepuasan ? Atau sekedar trend bermain musik saat ini ?






Alone at last : Sebenarnya dari semua personil tidak ada yang terlalu berbasic pada EMO banget. Yang ada mungkin terbentuk dari influence2 dari tiap personil yang akhirnya membentuk karakter Alone at last itu sendiri. Mungkin kita lebih tertarik untuk dikatakan Post Hardcore dibandingkan EMO dari segi influence.

Guruh : Apakah kalian tidak takut pada akhirnya musik EMO yang kalian mainkan akan menjadi sebuah musik yang bisa dikatakan sebagai musik trend musiman pada saat ini saja ?

Alone at last : Kita akan tetap buktikan jika pada waktunya EMO sudah tidak musim, kita akan tetap exist dan bertahan bermain di musik kita yang dikatakan orang maupun media massa Musik EMO.




Guruh : Jika sewaktu-waktu ada tawaran dari Major label ?
Alone at last : Sudah pernah itu pada akhir Tahun 2003. Ceritanya dipanggil pada salah satu Major dan ternyata Perusahaan yang menawarkannya itu merupakan anak perusahaannya lagi dari Major yang besarnya. Dan kita berpikir jika kita masuk maka akan menjadi band yang "ke-nomer berapanya". Pada pertengahan jalannya ketika kita sedang semangat2nya membuat lagu baru lagi permintaan Major tersebut terjadi something wrong. Akhirnya kami tidak jadi. Dari situnya kita lebih termotivasi lagi ya udahlah lebih baik nggarap sendiri aja.



Guruh : Ketika Culture EMO pada waktunya tidak ramai lagi ?
Alone at last : Meskipun pada kelak sewaktu harinya nih yah... Yang akan menentukan culture Musik EMO itu sendiri adalah media massa yang ng-gedein. Fenomena musik EMO itu sendiri mau dibawa kemana oleh media massa ini... mau dijadiin trend ? atau hanya menjadi sebuah bahan pemberitaan ? Kita hanya sebagai media informasi media ke masyarakat. Jadi semuanya ter-eksploitasi oleh media dalam artian media yang menghidupkan dan media pula yang akan menjatuhkan. Ada media yang hanya mencari keuntungan saja atau benar2 mendukung band2 yang belum memiliki nama.

Guruh : Mengapa pengen ke Major ?
Alone at last : Gak bisa dipungkiri, major dalam segi manajemen lebih bagus. Banyak label indie yang masih dipertanyakan ? mana royalti kami ? Banyak bermasalah. Kalau diperhatikan hanya ada satu-dua Indie label yang bagus.

Guruh : Kan telah banyak juga Indie2 label yang mempunyai manajemen yang bagus dan jalur disribusi sampai nusantara ?
Alone at last : Saat ini kita di indie tetapi kita percayakan distribusi oleh satu perusahaan yang mungkin tidak disebut indie lagi kelasnya.

Guruh : Promo untuk Event yang diberikan oleh Labelnya ?
Alone at last : Kita tidak dapat promo untuk event, itu kita cari sendiri. Intinya kita lebih memilih perasaan kekeluargaan dan kita tahu diri karena label kita sudah mau melakukan dan menanggung semuanya proses hingga keluarnya album kita, selain itu banyak pembelajaran yang kita dapatkan menjadi tahu, dari rekaman, produksi hingga ke release album.

Guruh : Kenapa untuk distribusi tertarik pada perusahaan tersebut ? Apa karena ada faktor kedekatan ?
Alone at last : Sebenarnya dibilang kenal sebelumnya iya, tetapi kita memantau melihat sendiri jalur distribusinya.



Guruh : Misalkan pada waktunya Alone at last telah memiliki fans dan ada tawaran lagi dari Major. Apakah tidak takut kehilangan fans yang idealismenya pada pergerakan indie ? Lebih menguntungkan memilih fans atau major itu sendiri ?


Alone at last : Lebih menguntungkan memilih fans itu sendiri. Jikapun menerima major, pada waktunya jika kita telah sukses kepinginnya punya label sendiri. Kita pengen buktikan dari indie itu bisa berdiri sendiri.

Sesuatu yang baru membuat orang merasa ingin mengetahui dan mendengarkan seperti apa Musik EMO itu ? Iya tentu saja ada baiknya kita mencari tahu untuk mendengarkannya... oh itu yang dikatakan musik EMO, setidaknya akan menambah wawasan kita.



  
Aliran
Emo / Rock / Hardcore
Anggota
Yas (Vocal) - @ yasbudaya
Ubey (Bass) - @ beyzky
Ucay (Gitar) - @ kutubusuk19
Athink (Drum) - @ Athink_GO
Indra Papap (Gitar) - @ indra_papski
 
Kota Asal
Bandung, Indonesia
anak pajak tangguhan Rekaman
unsigned

Biografi
Pada tahun 2003 Sendirian Pada * terakhir mulai careervappearing mereka di berbagai (indie) acara musik di Bandung, Indonesia. Dalam waktu kurang dari satu tahun band ini berhasil memenangkan perhatian para pecinta musik rock dengan hits single mereka: "Amarah Senyum Dan Airmata" di Bandung, Jakarta dan kota lainnya di Pulau Jawa, Indonesia. Popularitas mereka terus memperluas dan lingkaran mereka penggemar sekarang mencapai di seluruh Indonesia termasuk Bali, Medan (Sumartra), Banjarmasin (Kalimantan), Makassar (Sulewesi) dan daerah lainnya termasuk Kuala Lumpur (Malaysia) dan Singapura. Setelah sukses seperti 2 merek pakaian internasional, Atticus dan Macbeth, haven "t punya keraguan tentang meminta Sendirian Pada * terakhir untuk menjadi promotor utama dari produk mereka di Indonesia.

Mereka telah merilis 2 album dengan Rekor Absolut, Sendiri vs Dunia - EP (2004) dan Jiwa (2008). Sendirian Pada * terakhir memiliki kelompok inti kipas terkonsentrasi di ibukota yang serba cepat, musik kosmopolitan Indonesia, Bandung dan di kota-kota lain dari Jakarta, Surabaya, Jogja, Bali, Semarang, dan Makasar. Jaringan ini didukung oleh dan mudah diakses untuk manajemen jaringan mereka, "Stand Alone Crew".

Diskografi:
1. Sendiri VS Dunia - E.P [2004 / Arsip Absolute]
2. Jiwa [2008 / Arsip Absolute]
3. Takkan terhenti Disini [2010 / Lajang]
Lokasi Tenggaraharja Komisaris
Bandung, Indonesia
pengelolanya Umum
Kikio Nugraha (+62081802244010)
Situs Web
http://www.purevolume.com/AloneAtLastOff ...
Hubungan Media
lonelyend.management @ gmail.com


(courtesy: AloneAtLast & andidika blog)
Baca selengkapnya

Seliar Kuda Balap.. "indo rock" Royal Ego!

Royal Ego menambah panjang deretan grup band yang diisi para personel grup-grup band yang sudah lebih dulu terkenal.
Grup band yang membuat singel baru berjudul 'Senandung' ini beranggotakan Ernest Syarif yang sebelumnya lebih dikenal sebagai gitaris band Cokelat, lalu..
ada Eno Gitara (dramer Netral), Gilbert Joshua (pemain bas Saint Loco) serta Hendra ‘Jawa” Bagya, vokalis band indie New Market yang dikenal sangat berkarakter Brit Pop. Apakah mereka cabut dari band masing-masing? Tidak. Royal Ego, tepatnya, hanya merupakan  “kendaraan baru” untuk meyalurkan kreativitas mereka. Bukan berarti band lamanya tidak berfungsi lagi. Disini mereka hanya ingin merasakan kemewahan lain.

Di tengah ingar bingarnya musik bergenre pop melayu yang membanjiri pasar musik Indonesia saat ini, ternyata tidak mengurungkan niat kuartet rocker baru bernama Royal Ego untuk membusungkan dada membawakan konsep musik yang mereka sebut perpaduan alternatif dengan British Pop Rock. Mereka akan mengusung nama genre baru yang sebelumnya pernah ada. "Aliran, kita menyebutnya sih Indo rock. Kalau 'Royal Ego' sendiri mempunyai makna sebuah metafora kuda balap yang namanya Royal Ego. Kedepannya sih kita berharap band in
i bisa seliar kuda itu,"kata Hendra ditemui disela-sela pembuatan video klip 'Senandung' di studio d'loop, Jl Gaharu II/18, Cipete, Jakarta Selatan, Senin (29/3).

Dengan nantinya merilis album, Royal ego berharap mempunyai target kedepannya untuk menambah warna musik di tanah air tidak dengan aliran musik yang itu-itu saja.

"Targetnya kita coba menawarkan sesuatu yang baru di dunia musik Indonesia. Kita juga mau bikin pintar penikmat musik Indonesia,"pungkas Ernest. 

Royal Ego bermula dari obrolan lama Ernest dan Eno di tahun 2002, saat Eno membantu Cokelat dalam sebuah tur selama sebulan. “Dari situ saya dan Eno berniat untuk membuat side project,” tukas Ernest. Namun karena kesibukan masing-masing, Eno dan Ernest baru “ketemu” lagi tiga tahun kemudian. Ide lama itu lantas langsung dimatangkan dengan tambahan Gilbert dan Hendra. Setelah perjalanan panjang, akhirnya pada 2009 lalu, Royal Ego resmi melakukan proses rekaman selama sebulan dengan materi yang telah dibuat selama kurun waktu 2006-2009. Sebelumnya, Royal Ego sudah beberapa kali menjajal panggung di beberapa pentas kampus di Jakarta. Tentang konsep musiknya sendiri, Ernest menyebutnya sebagai paduan dari latar belakang musikal para personelnya. Ernest, Eno dan Gilbert cenderung ke pola sound roc ala Amerika, sementara warna vokal Hendra sangat kental dengan aksen British Pop.


- Hendra "Jawa" loves ketchup, always make him happy -


- Ernest is a cover boy -


- Gilbert loves sensitive touch, really makes him turn on -


- Eno loves being sprayed by a.. mmmm.. by a.. mmm.. spray machine? -



(pict: mbeahmad)
courtesy: gitarplus-indonesiaselebriti

Baca selengkapnya